nasional

Prabowo Bangga Swasembada Pangan Tercapai dalam Setahun, Cadangan Beras Tertinggi Sepanjang Sejarah

Rabu, 7 Januari 2026 | 20:18 WIB
Prabowo saat berpidato dalam acara Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Karawang, Rabu (7/1)./Dok.Tim Media Prabowo

Karawang, Gertak.id - Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mencatat capaian penting di sektor pangan dengan terwujudnya swasembada hanya dalam waktu satu tahun. Keberhasilan ini ditandai dengan cadangan beras pemerintah yang mencapai 3,2 juta ton, menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.

Presiden Prabowo menyampaikan bahwa swasembada pangan awalnya ditargetkan tercapai dalam empat tahun masa pemerintahannya. Namun, melalui kerja keras dan kekompakan seluruh jajaran, target tersebut berhasil direalisasikan jauh lebih cepat.

"Waktu saya dilantik jadi Presiden, saya beri target empat tahun swasembada pangan. Terima kasih saudara bekerja keras, bersatu, kompak sehingga satu tahun kita sudah swasembada. Satu tahun kita sudah berdiri di atas kaki sendiri. Satu tahun kita tidak tergantung bangsa-bangsa lain," kata Prabowo saat berpidato dalam acara Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Karawang, Rabu (7/1).

Ia menegaskan, capaian tersebut menjadi bukti bahwa Indonesia mampu berdiri sebagai bangsa yang kuat, berdaulat, dan mandiri. Menurutnya, kemandirian pangan merupakan fondasi utama bagi keberlangsungan dan kemerdekaan suatu negara.

Prabowo kemudian mengingatkan bahwa ketergantungan terhadap impor pangan pernah menempatkan Indonesia dalam situasi rawan. Saat pandemi COVID-19 melanda dunia, Indonesia sempat menghadapi kesulitan memperoleh pasokan beras dari luar negeri.

Kondisi tersebut, lanjut Prabowo, menjadi pelajaran penting sehingga momentum swasembada pangan saat ini dinilai sangat relevan. Di tengah ketidakpastian global, Indonesia dinilai telah mampu memenuhi kebutuhan pokoknya secara mandiri.

"Tidak mungkin bangsa itu merdeka kalau pangan tergantung bangsa lain. COVID adalah pembuka mata, peringatan, lampu kuning bagi bangsa Indonesia agar jangan mau tergantung bangsa lain. Apalagi untuk pangan, juga untuk energi," tegasnya.

Selain pangan, Prabowo juga menyatakan keyakinannya bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk mandiri di sektor energi. Ia menilai kekayaan alam yang dimiliki Indonesia menjadi modal utama, asalkan dikelola dengan tepat serta disertai keberpihakan nyata kepada petani dan nelayan.

"Bagaimana bisa negara yang begini besar, diberi karunia tanah yang subur tetapi tergantung bangsa lain untuk pangan. Kita impor pangan tidak masuk di hati saya, tidak masuk di akal saya. Dan saya tidak habis pikir, puluhan tahun para petani dan nelayan kita kurang dihormati, kurang dibela, kurang dilindungi," ucap Prabowo.

Menutup pidatonya, Prabowo menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga keberlanjutan swasembada pangan, menekan harga pangan dan sarana produksi pertanian, serta memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat luas.

"Kemenangan ini adalah kemenangan rakyat. Dan ini baru awal. Kita akan buktikan swasembada ini kita jaga, kita ulangi, dan kita pertahankan setiap tahun," tutupnya.

Tags

Terkini