"Mangkrak juga karena penerusnya mengabaikan, pendahulunya sangat mengaitkan dengan dirinya,” sambungnya.
Guru Besar Ilmu Manajemen Universitas Indonesia itu menekankan bahwa mega proyek seharusnya dirancang untuk kepentingan jangka panjang dan lintas generasi. Ia mencontohkan keberhasilan Tiongkok dalam membangun infrastruktur besar yang kini menopang pertumbuhan ekonominya.
“Saya masih ingat, 20 tahun yang lalu ketika pergi ke Cina, kita bisa menyaksikan infrastruktur besar saat itu tidak ada di jalanan," terang Rhenald.
"Sekarang bukan hanya jalanan yang besar, ada jembatan besar, saluran airnya sampai gorong-gorongnya besar sekali. Rupanya, itu dipersiapkan untuk 20 tahun mendatang,” ucapnya.
Rhenald menilai, Indonesia perlu meniru visi jangka panjang tersebut agar proyek infrastruktur tidak berhenti di tengah jalan. Menurutnya, proyek yang kini terbengkalai justru bisa menjadi penggerak ekonomi bila dikelola dengan konsisten dan bebas dari kepentingan politik sesaat.
“Perlu diingat, di seluruh penjuru Tanah Air banyak sekali bangunan infrastruktur yang kini terancam mangkrak," terang Rhenald.
"Padahal kalau kita hidupkan itu, ini bisa jadi mesin penggerak ekonomi kita,” tandasnya.