nasional

Sejumlah Proyek Strategis Nasional Terancam Mangkrak, Purbaya dan Rhenald Kasali Angkat Suara

Senin, 10 November 2025 | 10:16 WIB
Praktisi bisnis sekaligus akademisi Prof. Rhenald Kasali turut menyoroti proyek-proyek besar yang berpotensi berhenti di tengah jalan.(Doc.Youtube/Rhenald Kasali)

Jakarta, Gertak.id - Sejumlah proyek strategis nasional (PSN) di berbagai daerah kini menjadi sorotan publik setelah dilaporkan mengalami hambatan dan berpotensi mangkrak.

Berdasarkan data yang dihimpun, beberapa proyek besar seperti Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur, MRT Fase II, Kereta Semi Cepat Jakarta–Surabaya, serta Tol Trans Sumatera tahap II disebut menghadapi kendala serius di lapangan.

Beragam faktor menjadi penyebab utama lambatnya penyelesaian proyek tersebut, mulai dari proses pembebasan lahan yang belum tuntas, lemahnya perencanaan, hingga persoalan pendanaan.

Tak hanya itu, sejumlah proyek infrastruktur lain seperti Pelabuhan Ambon, Tol Getaci, Bendungan di Sarolangun Jambi, dan Jalan Akses Ujung Jabung juga dilaporkan tertunda dan belum menunjukkan progres penyelesaian yang signifikan.

Kondisi ini memunculkan kekhawatiran publik terhadap efektivitas penggunaan anggaran negara, terlebih di tengah meningkatnya tekanan fiskal. Padahal, pembangunan infrastruktur selama ini menjadi tumpuan utama pemerintah untuk mempercepat pemerataan ekonomi dan membuka lapangan kerja.

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) seharusnya berfungsi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, bukan semata membiayai proyek fisik.

“Pada dasarnya sama, seluruh APBN, seluruh kegiatan pemerintah, DPR, DPD, tujuannya sama untuk membuat masyarakat kita semua jadi kaya,” ujar Purbaya dalam Rapat Kerja Komite IV DPD RI di Senayan, Jakarta, Kamis (6/11/2025).

Purbaya menekankan, keberhasilan ekonomi tidak hanya diukur dari banyaknya proyek besar atau jumlah orang kaya baru, melainkan dari sejauh mana manfaat ekonomi dirasakan masyarakat luas. Ia juga menyampaikan bahwa mandat Presiden Prabowo Subianto menitikberatkan pada pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan merata.

“Kalau saya sendiri ya sudah kaya, tapi kan sebagian besar masyarakat kita nggak begitu. Itu bukan keberhasilan kalau yang kaya cuma sedikit,” tegasnya.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur tetap penting, namun hasil akhirnya harus berujung pada peningkatan kesejahteraan rakyat. Karena itu, ia mengajak seluruh pihak untuk bergotong royong menjaga arah pembangunan nasional.

“Saya selalu bilang, mari kita kaya bersama. Itu tujuan kita,” tandas Purbaya.

Sementara itu, praktisi bisnis sekaligus akademisi Prof. Rhenald Kasali turut menyoroti proyek-proyek besar yang berpotensi berhenti di tengah jalan, salah satunya mega proyek Meikarta dengan nilai investasi mencapai Rp278 triliun.

“Bagaimana tuh kabarnya Meikarta? Itu dulu 278 triliun investasinya. Ini Indonesia ingin maju tapi juga membiarkan segala sesuatu mangkrak," ujarnya dalam siniar YouTube Prof. Rhenald Kasali, Senin (10/11/2025).

Rhenald menilai, proyek yang mangkrak menunjukkan lemahnya kesinambungan antar pemerintahan dan adanya indikasi penyimpangan dalam proses pembangunan.

Halaman:

Tags

Terkini