Prabowo: Di Masa Damai, TNI Harus Terus Menyesuaikan Diri Hadapi Ancaman Terburuk.

Photo Author
Johan Rivaldo, Gertakberita.com
- Senin, 5 Oktober 2026 | 16:33 WIB

Gertak.id Jakarta, 5 Oktober 2026 — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa Tentara Nasional Indonesia (TNI) harus tetap siap siaga dan terus meningkatkan kemampuan meskipun berada dalam situasi damai. 

Menurutnya, masa damai harus dimanfaatkan sebagai momentum untuk mempersiapkan diri menghadapi berbagai kemungkinan ancaman, termasuk ancaman terburuk.

Pesan tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan amanat dalam upacara peringatan HUT ke-81 TNI yang berlangsung di Lapangan Prima Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Senin (5/10/2026).

“Masa damai adalah persiapan menghadapi ancaman. Yang paling buruk sekalipun,” tegas Prabowo dalam amanatnya.

Presiden menekankan bahwa perkembangan situasi global yang dinamis menuntut TNI untuk terus beradaptasi dan meningkatkan profesionalisme. TNI, kata dia, harus menjadi kekuatan pertahanan yang profesional, responsif, modern, inovatif, serta adaptif terhadap perkembangan zaman.

Prabowo juga mengingatkan pentingnya penguasaan teknologi bagi seluruh jajaran TNI. Selain kemampuan operasional, prajurit juga didorong untuk mengedepankan prestasi sebagai bagian dari pembentukan kekuatan pertahanan yang unggul.

“TNI harus menjadi kekuatan yang profesional, responsif, modern, inovatif, dan adaptif. TNI sekarang harus menguasai teknologi. TNI sekarang harus mengutamakan prestasi,” ujarnya.

Ia kembali menegaskan bahwa ukuran keberhasilan seorang prajurit tidak semata-mata ditentukan oleh senioritas, tetapi harus berdasarkan kompetensi dan prestasi.

“Sekali lagi, saya tekankan. TNI yang hebat adalah TNI yang mengutamakan prestasi,” kata Prabowo.

Prabowo meminta agar pengembangan karier prajurit semakin mengedepankan kompetensi dan prestasi, bukan hanya berdasarkan urutan senioritas maupun loyalitas sempit berdasarkan angkatan.

Menurut Prabowo, hubungan senior dan junior dalam tradisi militer tetap memiliki fungsi penting, terutama sebagai sarana transfer ilmu, keteladanan, serta bimbingan. Namun, tradisi tersebut tidak boleh disalahgunakan untuk melakukan kekerasan fisik, perpeloncoan, maupun tindakan berlebihan yang tidak sesuai dengan profesionalisme kedinasan.

“TNI harus (mengutamakan) sistem prestasi, bukan sekadar senioritas. Apalagi, sistem-sistem yang sempit, loyalitas sempit, loyalitas per angkatan,” tegasnya.

Menurut Presiden, kemampuan dan kekuatan TNI harus dapat memberikan kontribusi nyata dalam membantu pemerintah menjalankan berbagai program pembangunan serta menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Kekuatan dan kemampuan TNI harus dapat mempercepat pelaksanaan program-program pemerintah, mengatasi berbagai kesulitan nyata yang dihadapi rakyat,” kata Prabowo.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Johan Rivaldo

Rekomendasi

Terkini

X