Soal Dugaan Keracunan MBG di Berastagi, Orang Tua Korban Luapkan Kemarahan saat RDP DPRD Karo: Anak Saya Kena Ginjalnya, Mana Hati Nurani Kalian?

Photo Author
Khairil Akhyar, Gertakberita.com
- Selasa, 8 September 2026 | 12:02 WIB

“Harga obat yang dikonsumsi anak-anak kami Rp18.000, Rp20.000, yang paling mahal Rp50.000. Seyogyanya, kalau memang pemerintah bahkan negara bertanggung jawab pengobatan ini, kenapa obat seperti itu?” tuntutnya.

“Apakah antinyeri bisa menyembuhkan untuk selamanya? Tidak pak,” sambungnya.

Ia juga menyayangkan pihak SPPG Karo Berastagi Sempajaya yang tidak memastikan kondisi anaknya.

“Pihak SPPG sekalipun tidak pernah menanyakan kondisi anak-anak kami,” tuturnya.

Kasus Dugaan Keracunan MBG di Berastagi

Sebelumnya, sejumlah siswa dari SMAN 1 Berastagi, SMA Bersama, dan SMKN 1 Berastagi diduga mengalaminya keracunan usai menyantap MBG yang dibagikan pada Kamis, 13 Agustus 2026.

Beberapa saat setelah mengonsumsi MBG, para siswa tersebut menunjukkan gejala mual, muntah, pusing, hingga bibir membengkak.

Data hingga Jumat, 14 Agustus 2026, ada sekitar 353 siswa yang menunjukkan gejala keracunan.

Perawatan medis para siswa dilakukan di sejumlah fasilitas kesehatan, di antaranya Rumah Sakit Efarina Berastagi, RSU Amanda Berastagi, Rumah Sakit Umum Kabanjahe, serta Puskesmas Berastagi.
***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Khairil Akhyar

Rekomendasi

Terkini

X