Mengenal Sistem Desil 2026: Bukan Sekadar Menentukan Miskin atau Kaya, tetapi Dasar Penyaluran Bantuan yang Tepat Sasaran

Photo Author
Ariyanto, Gertakberita.com
- Minggu, 21 Juni 2026 | 08:47 WIB

Pekalongan GERTAK.ID – Belakangan ini masyarakat ramai membicarakan istilah desil, terutama setelah pemerintah mulai menggunakan Sistem Desil 2026 sebagai salah satu acuan dalam pendataan kesejahteraan masyarakat. Namun, masih banyak warga yang belum memahami apa sebenarnya yang dimaksud dengan desil.

Secara sederhana, desil adalah pengelompokan tingkat kesejahteraan masyarakat menjadi 10 kelompok berdasarkan kondisi ekonomi. Kelompok tersebut dimulai dari Desil 1, yaitu masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling rendah (sangat miskin), hingga Desil 10, yaitu kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling tinggi (sangat kaya).

Penentuan desil tidak hanya dilihat dari besarnya penghasilan seseorang. Pemerintah juga mempertimbangkan berbagai indikator, seperti kondisi rumah, kepemilikan aset bergerak dan elektronik, tingkat konsumsi, pengeluaran, hingga kondisi sosial ekonomi keluarga.

Sebagai contoh, masyarakat yang berada pada Desil 1 dan Desil 2 umumnya memiliki penghasilan yang sangat terbatas, kondisi rumah sederhana, serta minim kepemilikan aset. Sementara itu, masyarakat pada Desil 5 hingga Desil 7 tergolong kelas menengah dengan kondisi ekonomi yang relatif stabil. Adapun Desil 8 sampai Desil 10 merupakan kelompok masyarakat yang sudah mapan hingga sangat kaya dengan aset dan pendapatan yang jauh lebih tinggi.

Sistem desil ini menjadi dasar pemerintah dalam menentukan penerima berbagai program bantuan sosial, seperti bantuan pangan, Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), bantuan pendidikan, hingga program perlindungan sosial lainnya. Dengan sistem ini, diharapkan bantuan dapat diberikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Meski demikian, masyarakat diimbau untuk tidak salah menafsirkan status desil. Masuk ke dalam desil tertentu bukanlah sebuah label atau cap yang bersifat permanen. Status tersebut dapat berubah sesuai kondisi ekonomi keluarga yang tercatat dalam pendataan pemerintah.

Pemerintah juga mengajak masyarakat untuk aktif memastikan data kependudukan dan kondisi sosial ekonominya selalu diperbarui melalui pemerintah desa atau kelurahan apabila terjadi perubahan, seperti kehilangan pekerjaan, perubahan jumlah anggota keluarga, maupun peningkatan kondisi ekonomi.

Dengan memahami pengertian desil, masyarakat diharapkan tidak lagi bingung atau salah persepsi ketika mengetahui status desilnya. Yang terpenting adalah memastikan data yang dimiliki pemerintah akurat sehingga setiap program bantuan dapat disalurkan secara adil, transparan, dan tepat sasaran.

GERTAK.ID

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ariyanto

Rekomendasi

Terkini

X