SMAN 1 Pontianak dan Sambas Sepakat Akhiri Polemik LCC 4 Pilar

Photo Author
Moch Rompi'i, Gertakberita.com
- Rabu, 20 Mei 2026 | 16:15 WIB
SMAN 1 Pontianak dan Sambas Sepakat Akhiri Polemik LCC 4 Pilar
SMAN 1 Pontianak dan Sambas Sepakat Akhiri Polemik LCC 4 Pilar

 

PONTIANAK, Gertak.id - Polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI Kalimantan Barat akhirnya menemui titik terang. SMAN 1 Pontianak dan SMAN 1 Sambas menggelar pertemuan perdana usai kontroversi final tingkat provinsi yang sempat menjadi perhatian nasional.

Pertemuan tersebut turut dihadiri perwakilan MPR RI serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Barat. Dalam suasana penuh keakraban, kedua sekolah sepakat menjaga hubungan baik dan menolak usulan lomba ulang final LCC 4 Pilar MPR RI Kalbar.

Tim dari SMAN 1 Pontianak juga memberikan dukungan langsung kepada SMAN 1 Sambas yang akan mewakili Kalimantan Barat pada ajang LCC 4 Pilar MPR RI tingkat nasional Agustus 2026 mendatang.

Ketua Tim LCC 4 Pilar MPR RI SMAN 1 Pontianak, Almira, menegaskan pihaknya sejak awal tidak berniat membatalkan hasil perlombaan. Menurutnya, tuntutan yang disampaikan hanya sebatas meminta klarifikasi atas keputusan dewan juri saat final berlangsung.

“Kami dari SMAN 1 Pontianak tetap mendukung teman-teman SMAN 1 Sambas untuk melanjutkan perjuangan di tingkat nasional,” ujar Almira saat pertemuan berlangsung, Selasa (19/5/2026).

Almira berharap SMAN 1 Sambas dapat tampil maksimal dan membawa nama baik Kalimantan Barat pada kompetisi tingkat nasional nanti.

Ia juga mengajak seluruh siswa untuk menjadikan polemik yang terjadi sebagai pembelajaran dan motivasi agar lebih baik ke depannya.

“Semoga setelah ini kita bisa terus menjalin silaturahmi dan tetap semangat belajar bersama,” tambahnya.

Kontroversi LCC 4 Pilar MPR RI Kalbar sebelumnya mencuat usai beredarnya video final lomba yang memperlihatkan protes dari tim SMAN 1 Pontianak terhadap keputusan penilaian dewan juri.

Saat itu, jawaban SMAN 1 Pontianak dan SMAN 1 Sambas dinilai memiliki substansi serupa dalam pertanyaan terkait pemilihan anggota BPK. Namun, dewan juri memberikan nilai berbeda sehingga memicu perdebatan di media sosial.

Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, sempat menawarkan opsi lomba ulang dengan pengawasan langsung dan penggunaan juri independen. Namun kedua sekolah memilih menerima hasil final dan fokus mendukung wakil Kalimantan Barat di tingkat nasional.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Moch Rompi'i

Rekomendasi

Terkini

X