Turis Malaysia Klarifikasi Tuduhan Tak Bayar di Restoran Pagi Sore PIK, Manajemen Minta Maaf

Photo Author
Atippudin, Gertakberita.com
- Senin, 18 Mei 2026 | 17:08 WIB
Restoran Pagi Sore cabang PIK viral usai tuding turis Malaysia tidak membayar makanan. (Instagram/pagisoreid - Threads/ainmyunus)
Restoran Pagi Sore cabang PIK viral usai tuding turis Malaysia tidak membayar makanan. (Instagram/pagisoreid - Threads/ainmyunus)

GERTAK.ID, JAKARTA - Rumah makan Padang Pagi Sore menjadi sorotan publik setelah viral di media sosial terkait tuduhan tidak membayar makanan oleh rombongan wisatawan asal Malaysia.

Peristiwa tersebut bermula dari unggahan warga negara Malaysia, Norain Mohd Yunus, melalui akun Threads bernama @ainmyunus. Dalam unggahannya, ia menyebut dirinya bersama rombongan telah diviralkan dan dituding tidak melakukan pembayaran atas makanan yang mereka konsumsi.

Unggahan itu kemudian memicu reaksi warganet yang menyerukan boikot terhadap Restoran Pagi Sore, khususnya cabang PIK yang disebut terkait dalam peristiwa tersebut.

Dalam keterangannya, Norain menjelaskan dirinya dan rombongan makan di Padang Pagi Sore cabang PIK pada 13 Mei 2026 sekitar pukul 11.00 WIB. Saat itu mereka baru tiba dari Malaysia dan memutuskan makan terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanan ke Bandung menggunakan Whoosh.

Total tagihan makanan dalam kunjungan tersebut mencapai Rp907.500.

Namun pada 16 Mei 2026, ia mengaku mendapat pertanyaan dari driver yang mengantarnya terkait struk pembayaran di restoran tersebut.

“Dia bilang manajemen Pagi Sore sudah memviralkan kami karena tidak membayar makanan pada hari tersebut. Viral setelah 3 hari kami ke Bandung dan balik lagi ke Jakarta,” tulisnya, dikutip dari unggahan Threads pada Senin, 18 Mei 2026.

Norain menambahkan bahwa dirinya sempat kesulitan mencari bukti pembayaran, namun beruntung transaksi dilakukan secara non-tunai sehingga bukti digital masih tersimpan.

“Bayangkan kalau kami bayar cash dan struknya tidak ketemu, memang bakal tidak ada bukti langsung,” ungkapnya.

Setelah bukti transaksi ditemukan, pihak Restoran Pagi Sore mengakui adanya kesalahpahaman dalam kejadian tersebut. Klarifikasi dan permintaan maaf kemudian disampaikan melalui unggahan tangkapan layar percakapan serta video dari pihak manajemen.

“Kami dari pihak Restoran Pagi Sore cabang PIK ingin memberi klarifikasi terkait kesalahpahaman yang terjadi mengenai pembayaran tamu atas nama ibu Nor Amira dan tim travel yang makan di tempat kami,” ujar perwakilan Pagi Sore.

“Kejadian ini murni karena miskomunikasi dan bukan unsur kesengajaan dari pihak manapun. Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang telah terjadi dan berharap hubungan baik tetap terjaga ke depannya. Terima kasih,” lanjutnya.

Usai viral, akun resmi Pagi Sore dibanjiri komentar warganet dengan berbagai tanggapan. Sebagian menyoroti pentingnya verifikasi sebelum menarik kesimpulan, sementara lainnya mengingatkan soal bukti pembayaran.

“Ada yang namanya cross-check sebelum action atau membuat kesimpulan, apalagi sampai menuduh. Nanti jadi kebiasaan ke depannya,” tulis akun @fba*********r.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Atippudin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X