Pesan Prabowo saat Tahun Baru di Pengungsian Bareng Masyarakat Tapanuli Selatan : Kita Gotong Royong, Jaga dan Hormati Alam

Photo Author
Atippudin, Gertakberita.com
- Kamis, 1 Januari 2026 | 12:02 WIB
Prabowo saat Tahun Baru di Pengungsian Bareng Masyarakat Tapanuli Selatan./Dok.Tim Media Prabowo
Prabowo saat Tahun Baru di Pengungsian Bareng Masyarakat Tapanuli Selatan./Dok.Tim Media Prabowo

Batang Toru, Gertak.id - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghabiskan malam pergantian tahun menuju 2026 di tengah warga terdampak bencana di Desa Batu Hula, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan.

Dalam sambutannya di hadapan warga, Prabowo menegaskan bahwa pemerintah tidak akan meninggalkan rakyat yang tertimpa musibah.

“Pemimpin-pemimpinmu, bahwa Presidenmu, tidak akan pernah meninggalkan kalian. Kita bersama,” ujar Prabowo.

Ia mengatakan, keputusan berada di pengungsian pada malam pergantian tahun diambil secara sadar sebagai bentuk empati dan tanggung jawab negara kepada rakyat.

“Dan karena itu saya memutuskan di pergantian tahun ini saya harus bersama rakyat kita yang dalam kesulitan, saudara-saudara sekalian,” kata Prabowo.

Presiden mengakui bahwa Indonesia adalah negara besar dengan kekayaan alam yang luar biasa, namun juga memiliki kerentanan terhadap bencana. Karena itu, ia mengingatkan pentingnya sikap waspada sekaligus menghormati alam.

“Negara kita sangat besar, sangat indah, sangat makmur, tapi memang kita harus waspada terhadap alam. Karena itu alam harus kita hormati, alam harus kita jaga, alam harus kita rawat,” ujarnya.

Di hadapan warga, Presiden juga menekankan bahwa semangat gotong royong menjadi kunci menghadapi musibah.

“Kita menghadapi kesulitan, musibah, tantangan, tapi kita harus terus semangat, ikhlas. Kita harus terus kuat, tegar jiwa kita. Dan yang paling penting, kita harus gotong royong bersama-sama menghadapi kesulitan,” kata Prabowo.

Terkait penanganan pascabencana, Prabowo menyampaikan kemajuan yang telah dicapai pemerintah bersama seluruh unsur terkait.

“Dilaporkan kepada saya bahwa di Tapsel ini sudah tidak ada lagi desa yang terputus, yang terisolasi,” ungkapnya.

Ia juga mengapresiasi percepatan pembangunan jembatan darurat yang biasanya memakan waktu cukup lama.

“Biasanya butuh waktu tiga minggu sampai satu bulan, ini berhasil dilaksanakan sepuluh hari,” katanya.

Prabowo juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh petugas di lapangan, mulai dari TNI, Polri, BNPB, kementerian terkait, hingga masyarakat yang terlibat langsung dalam proses pemulihan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: M Faiz Afianda

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X