JPP Promedia Bahas National HA/DR Framework, Soroti Pentingnya Koordinasi Bencana dan Peran Alutsista Militer

Photo Author
Atippudin, Gertakberita.com
- Kamis, 18 Desember 2025 | 08:46 WIB
Aisha Rasyidila Kusumasomantri dalam forum JPP Promedia saat membahas National HA/DR capability framework./Dok.Promedia
Aisha Rasyidila Kusumasomantri dalam forum JPP Promedia saat membahas National HA/DR capability framework./Dok.Promedia

Jakarta, Gertak.id - Jaringan Pemred Promedia (JPP) menggelar forum diskusi strategis yang membahas National Humanitarian Assistance and Disaster Relief (HA/DR) capability framework bersama Co-Director of Cooperation and External Engagement sekaligus Head of Government Task Force Indo-Pacific Strategic Intelligence (ISI), Aisha Rasyidila Kusumasomantri.

Forum yang digelar secara daring pada Selasa malam, 16 Desember 2025, diikuti para pemimpin redaksi serta perwakilan mitra Promedia dari berbagai daerah di Indonesia. Diskusi ini mengangkat tema “Peran Alutsista Militer dalam Banjir Akibat Siklon Senyar” dengan fokus pada penguatan sistem koordinasi nasional dalam penanganan bencana.

Dalam pemaparannya, Aisha menegaskan bahwa Indonesia hingga kini belum memiliki kerangka kapabilitas nasional yang secara khusus mengatur bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana.

“Membangun National HA/DR capability framework ini yang belum kita punya,” kata Aisha.

Ia menjelaskan, keberadaan framework tersebut menjadi kunci untuk memperjelas pembagian peran dan mekanisme koordinasi antarinstansi saat terjadi situasi darurat.

“Jadi capability framework ini lebih ke arah siapa yang bertanggung jawab bagaimana koordinasi,” lanjutnya.

Aisha juga menekankan bahwa kerangka ini penting untuk memperjelas peran militer dalam mendukung penanganan krisis sipil, termasuk pemanfaatan alat utama sistem senjata (alutsista) dalam distribusi bantuan dan logistik.

“Apa peran TNI di sana kemudian bagaimana cara menyalurkan alutsista dan penyaluran bantuan. Jadi perlu ada framework yang kemudian perlu dibangun,” tutur Aisha.

Lebih lanjut, ia menyoroti kesiapan Indonesia dalam menghadapi bencana alam. Menurutnya, meskipun memiliki pengalaman panjang, sistem yang berjalan saat ini belum sepenuhnya mencerminkan tingkat kesiapsiagaan yang memadai.

“Indonesia tidak terlihat seperti negara yang siap padahal sudah memiliki banyak pengalaman bencana alam,” terang Aisha.

Atas dasar itu, Aisha mendorong penyusunan National HA/DR capability framework yang disesuaikan dengan kapasitas nasional agar negara dapat hadir secara efektif dalam setiap situasi darurat. 

“Makanya kita perlu memiliki National HA/DR capability framework yang kemudian berdasarkan kapasitas kita sebagai negara yang memiliki kemampuan untuk hadir di sana,” sambungnya.

Menutup pemaparannya, Aisha menekankan pentingnya integrasi teknologi antara sektor sipil dan militer, mulai dari sistem deteksi dini hingga respons bencana.

“Yang kedua integrasi teknologi sipil militer seperti sensor cuaca, gempa, radar, yang diperlukan ketika terjadi bencana,” pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: M Faiz Afianda

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X