Popularitas Meningkat, Purbaya diingatkan Ulang Pengalaman Sri Mulyani

Photo Author
Atippudin, Gertakberita.com
- Senin, 17 November 2025 | 18:31 WIB
Popularitas Meningkat, Purbaya diingatkan Ulang Pengalaman Sri Mulyani./Dok.Kemenkeu
Popularitas Meningkat, Purbaya diingatkan Ulang Pengalaman Sri Mulyani./Dok.Kemenkeu

Jakarta, Gertak.id - Pengamat keuangan Yanuar Rizky mengingatkan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa untuk mencermati dan mengambil pelajaran dari perjalanan Sri Mulyani saat pertama kali menjabat sebagai Menkeu.

Peringatan tersebut ia sampaikan merespons meningkatnya popularitas Purbaya di masa awal tugasnya sebagai menteri.

Yanuar menilai situasi yang kini dihadapi Purbaya memiliki kemiripan dengan momen ketika Sri Mulyani bergabung dalam kabinet Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 2005. Kala itu, Sri Mulyani masuk melalui proses reshuffle menggantikan Yusuf Anwar dan mendapat sambutan positif publik.

“Bu Sri Mulyani ketika pertama kali jadi Menteri Keuangan itu dalam posisi reshuffle menggantikan Pak Yusuf Anwar, apa yang dilakukan nggak ada beda sama Pak Purbaya, orang juga tepuk tangan semua,” kata Yanuar dalam podcast yang diunggah di kanal YouTube Forum Keadilan TV, Minggu (16/11/2025).

Ia melanjutkan, “Dia (Sri Mulyani) juga kemudian masuk ke dalam isu kemuakan masyarakat terhadap demokrasi.”tambahnya

 

Menurut Yanuar, pola komunikasi dan pendekatan Sri Mulyani di awal jabatannya serupa dengan strategi yang saat ini dilakukan Purbaya. Namun, ia mengingatkan bahwa dukungan publik, khususnya dari kelas menengah, dapat berubah seiring waktu.

“Dulu Sri Mulyani pun orang yang dianggap pruden karena dianggap sebagai orang yang bisa mengatakan hal yang benar kepada Presiden, karena sekarang terlalu lama dan sebagainya, orang lalu berbalik kan, kondisi ekonominya juga,” jelasnya.

Ia kemudian menegaskan pentingnya menjaga hubungan dengan kelas menengah agar tidak mengalami situasi seperti Sri Mulyani yang kehilangan dukungan kelompok tersebut.

“Kalau ketika awal Anda (Purbaya) didukung secara politik, Bu Sri Mulyani juga dulu begitu,” kata Yanuar.

“Tapi kalau berdasarkan waktu tidak bisa membangun stabilitas berkelanjutan dari kelas menengah, Bu Sri Mulyani yang dulu sangat didukung oleh kelas menengah, kelas menengah yang sama juga yang membenci dia,” tambahnya.

Selain itu, Yanuar meminta publik agar menempatkan Purbaya dalam posisi profesional sebagai Menteri Keuangan tanpa dikaitkan dengan spekulasi politik.

“Saya ingin mengatakan kepada kita semua masyarakat, kita tempatkan Menteri Keuangan adalah Menteri Keuangan. Jangan dibawa-bawa tentang Satrio Piningit,” ujarnya.

Ia menilai kecenderungan publik mendorong tokoh populer ke ranah politik terlalu cepat dapat menghambat pembentukan zaken kabinet atau kabinet yang berisi para ahli.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: M Faiz Afianda

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X