“Karena logistiknya sudah masuk lewat laut, mudah-mudahan kegelisahan masyarakat di Sibolga dan Tapanuli Tengah karena terisolir ini bisa pulih, kembali normal,” tutur Suharyanto.
Untuk komunikasi, sinyal di Tapanuli Tengah kini berfungsi secara terbatas berkat pemasangan perangkat Starlink di sejumlah titik pengungsian.
“Sudah banyak Starlink terpasang dan mendapatkan sinyal internet dan sinyal HP,” katanya.
Di sisi lain, pasokan listrik masih menjadi tantangan karena banyak tower PLN yang ambruk. Pasokan sementara masih mengandalkan genset.
“PLN minta satu unit helikopter untuk masuk ke Sibolga dan Tapanuli Tengah agar listrik segera normal,” jelasnya.
Warga Mulai Bersihkan Rumah dari Lumpur
Suharyanto juga menyampaikan bahwa masyarakat di Tapanuli Tengah dan Sibolga kini mulai membersihkan rumah masing-masing setelah cuaca cerah dalam beberapa hari terakhir.
“Sibolga dan Tapanuli Tengah itu kena bencananya parah, tapi tidak lumpuh,” ujarnya.
“Sekarang setelah 2 atau 3 hari ini tidak hujan, rumah-rumah sudah dibersihkan lumpur-lumpurnya,” tutupnya.