Tanggapi Aksi Penjarahan Minimarket di Tapteng dan Sibolga, Pemprov Sumut Sebut Bukan Sepenuhnya Salah Masyarakat

Photo Author
Redaksi Gertak, Gertakberita.com
- Senin, 1 Desember 2025 | 08:36 WIB

Gertak.id– Banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara menyebabkan akses jalan terputus dan menyulitkan proses distribusi bantuan. Di tengah kondisi tersebut, muncul video viral yang memperlihatkan warga di Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga merangsek masuk ke sebuah minimarket dan mengambil berbagai kebutuhan pangan.

Dalam video itu, sejumlah rak tampak kosong setelah warga mengambil makanan untuk dibawa pulang. Aksi tersebut kemudian memicu berbagai reaksi publik.

Pemprov Sumut Imbau Warga Bersabar: Bantuan Sedang Dikirim

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara meminta masyarakat tetap tenang dan bersabar. Pemprov menegaskan bahwa bantuan logistik sebenarnya tersedia, namun pendistribusiannya terkendala akses yang masih sulit ditembus akibat bencana.

Gubernur Sumut: Tak Sepenuhnya Menyalahkan Warga

Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menyatakan bahwa pemerintah tidak bisa serta merta menyalahkan warga yang terlibat dalam aksi penjarahan tersebut.

“Yang pasti masyarakat kita tahu kondisinya. Sama-sama mungkin sudah beberapa hari tidak makan. Kita tidak menyalahkan 100 persen ke masyarakat, tapi kita fokus untuk membagi ke masyarakat,” ujar Bobby di Tapanuli Tengah, Minggu, 30 November 2025.

Ia menjelaskan bahwa wilayah Tapanuli Tengah masih banyak yang terisolasi, baik akses masuk maupun akses antarwilayah di dalam daerah itu sendiri. Karena itu, sebagian bantuan kini didistribusikan melalui jalur udara.

“Makanya difokuskan melalui udara. Daerah yang tidak terisolir secara darat disuplai secara darat,” tambahnya.

Wagub Sumut: Logistik Aman, Akses Jadi Kendala Utama

Wakil Gubernur Sumatera Utara, Surya, meminta masyarakat memahami situasi sulit yang dihadapi pemerintah dalam distribusi bantuan. Menurutnya, stok bantuan memadai, namun akses darat menuju Tapanuli Tengah dan Sibolga masih terputus.

“Pemerintah ini, baik dari pusat maupun provinsi, logistik cukup. Cuma mau menyampaikan ke sana itu yang belum bisa,” jelas Surya di Medan, Minggu, 30 November 2025.

Ia menyebut distribusi ke daerah yang masih terisolir akan dilakukan melalui jalur Subulussalam, Aceh, mengingat jalur normal tidak memungkinkan untuk dilalui kendaraan besar.

BNPB: Warga Mengambil Makanan, Bukan Merusak

Kepala BNPB, Suharyanto, menegaskan bahwa apa yang terjadi di lapangan bukanlah penjarahan dengan unsur kriminalitas, melainkan respons spontan warga yang terdesak kondisi.

“Tentu saja kita yakin bukan niatnya jahat, tapi karena takut dan mungkin sudah beberapa jam atau beberapa hari belum makan. Itu mereka mengambil bahan makanan. Jadi bukan menjarah atau merusak, memecahkan kaca, dan sebagainya,” ujar Suharyanto dalam konferensi pers di Tapanuli Utara, Minggu.

BNPB menyebut Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga menjadi wilayah paling terdampak parah di Sumatera Utara, dengan sejumlah akses masih terputus hingga kini.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yuliarto Mugi Widodo

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X