GERTAK.ID, LEBAK - Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kabupaten Lebak terus menunjukkan peningkatan. Hingga awal Agustus 2026, sebanyak 533.924 warga atau 35,51 persen dari sekitar 1,5 juta penduduk Kabupaten Lebak telah mengikuti program tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, Eka Darmana Putra, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi seluruh fasilitas pelayanan kesehatan, khususnya puskesmas, yang aktif menjangkau masyarakat melalui berbagai lokasi pelayanan.
"Program Cek Kesehatan Gratis terus kami optimalkan agar semakin banyak masyarakat mengetahui kondisi kesehatannya sejak dini," kata Eka Darmana Putra di Lebak, Senin (3/8/2026).
Menurutnya, Dinas Kesehatan telah menginstruksikan seluruh 44 puskesmas di 28 kecamatan untuk mengoptimalkan pelaksanaan Program CKG. Pelayanan tidak hanya dilakukan di gedung puskesmas, tetapi juga melalui strategi jemput bola ke berbagai lokasi yang menjadi pusat aktivitas masyarakat.
Pelayanan tersebut menyasar sekolah, lingkungan permukiman, pondok pesantren, organisasi kemasyarakatan, perusahaan swasta, hingga seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lebak.
Selain itu, pemeriksaan kesehatan gratis juga diberikan kepada pegawai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), anggota Polri, TNI, aparat penegak hukum, serta pengurus dan anggota Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP).
"Kami tidak menunggu masyarakat datang ke fasilitas kesehatan, tetapi pelayanan juga kami bawa langsung ke lokasi-lokasi yang menjadi pusat aktivitas warga," ujarnya.
Eka berharap semakin luas jangkauan layanan dapat mendorong masyarakat membiasakan diri melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Menurutnya, deteksi dini dapat membantu menemukan faktor risiko penyakit lebih cepat sehingga penanganannya menjadi lebih efektif.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Puskesmas Rangkasbitung, Sudiarto Setiawan, mengatakan pelayanan Program CKG di wilayah kerjanya berlangsung setiap hari dengan jumlah peserta sekitar 50 hingga 70 orang.
Sebagian besar peserta berasal dari lingkungan permukiman, baik di wilayah kelurahan maupun pedesaan.
"Setiap hari kami melayani sekitar 50 sampai 70 peserta. Antusiasme masyarakat cukup tinggi karena mereka ingin mengetahui kondisi kesehatannya," ucapnya.
Lebih lanjut, Sudiarto menjelaskan pemeriksaan dalam Program CKG meliputi pengukuran tekanan darah, kadar gula darah, kesehatan jiwa, kesehatan paru-paru, hingga pengukuran lingkar perut untuk mengetahui risiko obesitas sentral.
"Melalui pemeriksaan ini kami bisa mengetahui lebih awal faktor risiko seperti hipertensi, diabetes, gangguan kesehatan jiwa maupun penyakit lainnya sehingga dapat segera ditangani," ujarnya.
Menurutnya, deteksi dini merupakan langkah penting untuk mencegah berkembangnya penyakit yang dapat menurunkan kualitas hidup masyarakat. Berdasarkan hasil pemeriksaan yang telah dilakukan, hingga kini tidak ada peserta yang harus dirujuk ke rumah sakit.