GERTAK.ID, LEBAK - UPTD Puskesmas Citorek, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, menggelar Gerakan Bersama Korve Jumat Bersih (Jumsih) Massal dan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara door to door pada Jumat (5/6/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mencegah penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD).
Mengusung tema “Ayo Bersama Wujudkan Lebak Bebas DBD”, kegiatan tersebut melibatkan tenaga kesehatan, kader kesehatan, dan masyarakat setempat. Kolaborasi lintas unsur itu diwujudkan melalui aksi bersih-bersih lingkungan dan pemeriksaan sejumlah titik yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti.
Dimulai sejak pukul 07.30 WIB, kegiatan menyasar kawasan permukiman warga, fasilitas umum, hingga lokasi yang dinilai berisiko menjadi sarang nyamuk penyebab DBD. Selain melaksanakan kerja bakti massal, petugas kesehatan juga melakukan PSN secara door to door dengan mendatangi rumah-rumah warga untuk memberikan edukasi, memeriksa tempat penampungan air, serta mengajak masyarakat menerapkan pola hidup bersih dan sehat.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala UPTD Puskesmas Citorek, H. Dede Sukarya, S.Kep., Ners, menegaskan bahwa keberhasilan pencegahan DBD tidak dapat hanya mengandalkan peran tenaga kesehatan, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif seluruh lapisan masyarakat.
Menurutnya, menjaga kebersihan lingkungan secara rutin merupakan langkah penting untuk memutus rantai perkembangbiakan nyamuk penyebab DBD. Karena itu, kesadaran dan partisipasi warga menjadi faktor utama dalam menekan risiko penyebaran penyakit tersebut.
Sebagai bagian dari edukasi kepada masyarakat, petugas kesehatan juga kembali mengingatkan pentingnya penerapan gerakan 3M Plus. Langkah tersebut meliputi menguras tempat penampungan air secara berkala, menutup rapat tempat penyimpanan air, serta mendaur ulang atau memanfaatkan kembali barang-barang bekas yang berpotensi menampung air hujan.
Selain itu, masyarakat dianjurkan menerapkan langkah “Plus”, seperti menaburkan larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dikuras, memelihara ikan pemakan jentik, menggunakan kelambu, menanam tanaman pengusir nyamuk, serta memastikan ventilasi rumah dan pencahayaan matahari masuk dengan baik.
Tidak hanya berfokus pada pembersihan lingkungan, kegiatan tersebut juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi lingkungan sekitar. Pemeriksaan rutin terhadap bak mandi, drum, ember, talang air, hingga barang-barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk diharapkan dapat dilakukan secara mandiri dan berkelanjutan.
H. Dede Sukarya berharap gerakan bersih lingkungan dan PSN yang dilaksanakan secara serentak tersebut mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pencegahan DBD sejak dini.
"Dengan dukungan seluruh elemen masyarakat, kami berharap tercipta lingkungan yang bersih, sehat, dan terbebas dari ancaman Demam Berdarah Dengue.
Kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Melalui gerakan Jumat Bersih dan Pemberantasan Sarang Nyamuk ini, masyarakat diharapkan semakin aktif menjaga lingkungan agar terbebas dari berbagai sumber penyakit, khususnya DBD," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Amprak Citorek, Fauzi Nurkholik, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Puskesmas Citorek yang melibatkan masyarakat secara langsung dalam kegiatan kebersihan lingkungan dan pencegahan DBD.
"Kami mengapresiasi inisiatif Puskesmas Citorek yang turun langsung ke masyarakat melalui kegiatan Jumat Bersih dan PSN door to door. Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat karena tidak hanya membersihkan lingkungan, tetapi juga meningkatkan kesadaran warga tentang pentingnya menjaga kesehatan dan mencegah DBD. Kami berharap kegiatan ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan," kata Fauzi.