kesehatan

Wamenkes Pastikan Posko dan RS Darurat di Lokasi Banjir Sumatera Sudah Beroperasi

Minggu, 30 November 2025 | 11:30 WIB
Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus sebut fasilitas kesehatan di lokasi banjir Sumatera aman. (Instagram/drbenny.octavianus)

Gertak.id – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau warga terdampak banjir dan longsor di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh untuk waspada terhadap potensi penyakit pascabanjir. Beberapa penyakit yang rawan muncul antara lain leptospirosis dan diare.

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes), Benjamin Paulus Octavianus, mengatakan kondisi fasilitas layanan kesehatan di lokasi bencana sejauh ini masih terkendali. Ia menyebut tim Kemenkes langsung bergerak ke lokasi sejak malam terjadinya bencana.

“Sejak kejadian, malamnya tim kami sudah berangkat,” ujar Benjamin di Kompleks Kepatihan, DIY, Sabtu, 29 November 2025.

Menurutnya, prioritas utama pada awal bencana adalah penyelamatan nyawa serta pemberian perlindungan dan makanan kepada warga.

Posko dan RS Darurat Sudah Berdiri

Benjamin menjelaskan bahwa tim Kemenkes telah mendirikan posko kesehatan dan rumah sakit darurat untuk melayani warga terdampak banjir dan longsor.

“Sudah, otomatis RS darurat dan posko-posko sudah dibuat. Sekarang yang penting nyawa dulu diselamatkan,” katanya.

Setelah tahap evakuasi, Kemenkes akan berfokus pada pemulihan sarana serta pelayanan kesehatan lanjutan bagi warga.

“Setelah nyawa diselamatkan dan korban dicari, baru dilakukan penanganan sesuai bidangnya. Kami di kesehatan pasti fokus pada pelayanan yang sebaik-baiknya,” ujarnya.

Tenaga Medis Dinilai Masih Cukup

Benjamin menegaskan bahwa jumlah tenaga medis di tiga provinsi tersebut masih mencukupi sehingga belum diperlukan pengiriman dokter tambahan dari Jawa.

“Laporannya, dokter aman, jumlah perawat aman. Kita nggak ada masalah untuk jumlah tenaga medis. Nggak usah kirim dari Jawa, mereka masih cukup,” katanya.

Waspada Penyakit Pascabanjir

Kemenkes juga mengingatkan agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit pascabanjir. Untuk itu, strategi distribusi obat-obatan dan logistik kesehatan sedang disiapkan bersama pemerintah daerah.

“Kami datang untuk mengatur strategi supaya pemerintah daerah disupport pemerintah pusat, termasuk obat-obatan apa saja yang diperlukan,” jelas Benjamin.

Bantuan Logistik dan Tenaga Cadangan Sudah Dikirim

Dalam rapat lintas kementerian yang dipimpin oleh Menko PMK pada Kamis, 27 November 2025, Kemenkes menyampaikan bahwa bantuan logistik kesehatan dan obat-obatan telah dikirim ke wilayah terdampak bencana.

“Kami mengirim logistik kesehatan, obat, bahan medis habis pakai, serta pengganti makanan tambahan untuk balita dan ibu hamil,” kata perwakilan Kemenkes.

Halaman:

Tags

Terkini