3. Tidak Langsung Berbaring Setelah Makan
Agar isi lambung tidak kembali naik ke kerongkongan, usahakan tetap duduk tegak atau berjalan santai selama 1–3 jam setelah makan. Pastikan jeda waktu makan malam tidak terlalu dekat dengan jam tidur.
4. Mengelola Berat Badan
Berat badan berlebih dapat meningkatkan tekanan pada perut sehingga risiko refluks menjadi lebih tinggi. Menjaga berat badan melalui pola makan seimbang dan rutinitas olahraga ringan terbukti dapat membantu mengurangi frekuensi kekambuhan.
5. Menghindari Rokok
Asap rokok dapat memengaruhi kinerja katup bawah kerongkongan sehingga asam lambung lebih mudah naik. Menghentikan kebiasaan merokok bukan hanya membantu mengurangi gejala, tetapi juga baik untuk kesehatan secara keseluruhan.
6. Batasi Aktivitas Fisik Berat Setelah Makan
Aktivitas seperti membungkuk, mengangkat beban berat, atau latihan intensitas tinggi setelah makan dapat meningkatkan tekanan pada perut. Jika ingin beraktivitas, cukup lakukan jalan santai.
7. Tidur dengan Posisi Kepala Sedikit Lebih Tinggi
Gunakan bantal tambahan untuk mengganjal punggung dan kepala saat tidur, atau gunakan bantal khusus untuk mencegah aliran balik asam lambung terutama pada malam hari.
8. Kelola Stres dengan Baik
Stres dapat memicu peningkatan produksi asam lambung. Lakukan teknik relaksasi seperti meditasi, napas dalam, journaling, atau istirahat teratur untuk membantu menjaga keseimbangan hormon dalam tubuh.
9. Mengonsumsi Obat Sesuai Anjuran
Jika upaya mandiri belum cukup membantu, obat dapat menjadi pilihan. Beberapa jenis obat yang sering digunakan meliputi:
Antasida untuk membantu menetralkan asam lambung