kesehatan

Kejang Mendadak pada Balita: Waspada Gejala, Pahami Penanganannya

Selasa, 17 Juni 2025 | 14:23 WIB

Gertak.id – Kejadian kejang secara tiba-tiba pada anak balita kerap menimbulkan kepanikan, khususnya bagi orang tua yang belum pernah mengalaminya. Walaupun pada banyak kasus, kejang—terutama yang disebabkan oleh demam—tidak membahayakan secara permanen, tetap saja momen ini tergolong kondisi medis darurat yang membutuhkan penanganan cepat, tepat, dan tidak gegabah.







Memahami Kejang: Apa yang Terjadi pada Anak?


Kejang adalah kondisi saat otak mengalami gangguan aktivitas listrik yang tidak normal, sehingga tubuh anak memberikan reaksi berupa gerakan yang tidak terkendali. Reaksi tersebut bisa berupa kaku tubuh, tatapan kosong, menyentak-nyentak, bahkan hingga kehilangan kesadaran.


Jenis kejang yang paling umum pada anak balita meliputi:





  1. Kejang Demam (Febrile Seizure)





    • Umum terjadi pada anak usia 6 bulan hingga 5 tahun.




    • Biasanya dipicu oleh demam tinggi secara mendadak.




    • Berlangsung singkat, biasanya di bawah lima menit.




    • Tidak selalu berkaitan dengan epilepsi.






  2. Kejang Non-Demam (Epileptik atau Simptomatik)





    • Terjadi tanpa pemicu demam.




    • Mungkin mengarah pada gangguan saraf yang lebih serius.




    • Membutuhkan evaluasi dan pengawasan medis lebih lanjut.










Gejala Awal dan Saat Kejang Terjadi


Beberapa tanda yang mungkin muncul ketika anak mulai atau sedang mengalami kejang, antara lain:





  • Tatapan kosong atau bola mata bergerak ke atas

Halaman:

Terkini