Dinkes Lebak Perkuat Mutu Layanan, 44 Puskesmas Ikuti Pembinaan Pasca Akreditasi

Photo Author
Atippudin, Gertakberita.com
- Rabu, 22 Juli 2026 | 19:08 WIB
Dinkes Lebak Evaluasi Hasil Akreditasi, Fokus Benahi Mutu Pelayanan Puskesmas./Dok.Instagram Dinkes Lebak
Dinkes Lebak Evaluasi Hasil Akreditasi, Fokus Benahi Mutu Pelayanan Puskesmas./Dok.Instagram Dinkes Lebak

GERTAK.ID, LEBAK - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak menggelar Pertemuan Pembinaan Peningkatan dan Penilaian Mutu Pasca Survei Akreditasi Puskesmas sebagai upaya memperkuat kualitas pelayanan kesehatan di seluruh puskesmas. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (21/7/2026) itu diikuti oleh 44 puskesmas se-Kabupaten Lebak.

Pelaksanaan pembinaan dilakukan secara hybrid, dengan 22 puskesmas mengikuti kegiatan secara luring dan 22 puskesmas lainnya secara daring. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut hasil survei akreditasi sekaligus langkah untuk memastikan standar mutu pelayanan kesehatan terus terjaga.

Dalam pertemuan tersebut, Dinkes Lebak membahas sejumlah materi strategis, mulai dari penguatan regulasi mutu, pembaruan Indikator Nasional Mutu (INM) Puskesmas, hingga evaluasi capaian indikator prioritas. Pembahasan juga mencakup kepatuhan kebersihan tangan, penggunaan alat pelindung diri (APD), ketepatan identifikasi pasien, serta keberhasilan pengobatan Tuberkulosis (TB).

Selain itu, peserta mendapatkan materi mengenai Perencanaan Perbaikan Strategis (PPS), mekanisme pelaporan, tindak lanjut rekomendasi hasil survei akreditasi, serta penguatan sistem umpan balik sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan secara berkelanjutan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, H. Eka Darmana Putra, S.Pd., M.M., saat dihubungi mengatakan pembinaan tersebut bertujuan mengoptimalkan mutu pelayanan puskesmas agar sesuai dengan harapan masyarakat.

"Tujuan utamanya agar mutu layanan puskesmas semakin optimal sesuai ekspektasi masyarakat," ujarnya, Rabu (22/7/26)

Menurut Eka, hasil evaluasi menunjukkan masih terdapat keluhan masyarakat terhadap kualitas pelayanan yang diberikan sebagian tenaga kesehatan maupun tenaga nonkesehatan.

"Temuan yang sering terjadi adalah adanya keluhan atau komplain masyarakat terhadap kurang ramah dan kurang optimalnya sebagian SDM tenaga kesehatan maupun nontenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan kepada pasien dan keluarganya," katanya.

Untuk menindaklanjuti temuan tersebut, Dinas Kesehatan telah menyiapkan sejumlah langkah perbaikan. Di antaranya melalui monitoring dan evaluasi secara berkala, penguatan sistem pelaporan, pembentukan customer service di puskesmas, penyediaan kanal layanan pengaduan, optimalisasi Survei Kepuasan Masyarakat (SKM), serta evaluasi rutin terhadap pelaksanaan pelayanan agar sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP).

Lebih lanjut, Eka menyampaikan bahwa mutu pelayanan puskesmas di Kabupaten Lebak secara umum terus mengalami peningkatan dibandingkan sebelumnya. Peningkatan tersebut terlihat dari aspek sarana prasarana, sumber daya manusia, hingga kepatuhan terhadap prosedur pelayanan.

"Secara umum mutu layanan sudah mengalami peningkatan dan cukup baik, mulai dari sarana, tenaga kesehatan, hingga kepatuhan terhadap prosedur pelayanan. Namun, capaian ini harus terus dijaga dan ditingkatkan," ungkapnya.

Ia berharap kepercayaan masyarakat terhadap puskesmas sebagai Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) terus meningkat sehingga masyarakat semakin memanfaatkan layanan kesehatan yang disediakan pemerintah.

"Harapan saya, kepercayaan masyarakat terhadap puskesmas sebagai FKTP terus meningkat. Mari manfaatkan sarana kesehatan milik pemerintah ini sebaik mungkin. Jangan ragu datang untuk berkonsultasi, memeriksakan kesehatan, maupun berobat di puskesmas. Insya Allah, kualitas pelayanan puskesmas saat ini jauh lebih baik," tutupnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Atippudin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X