jakarta

Badan Komunikasi Pemerintah RI dan BEM UI Berdebat soal MBG, Qodari Minta Kritik Berbasis Fakta

Minggu, 19 Juli 2026 | 20:37 WIB
Badan Komunikasi Pemerintah RI dan BEM UI Berdebat soal MBG, Qodari Minta Kritik Berbasis Fakta

 

 

JAKARTA, Gertak.id – Perdebatan mengenai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mengemuka dalam diskusi publik bertajuk Dua Sisi yang mempertemukan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI), Muhammad Qodari, dengan Wakil Ketua BEM Universitas Indonesia (UI), Fathimah Azzahra, Jumat (17/7/2026).

Dalam forum tersebut, Fathimah mempertanyakan penggunaan anggaran MBG yang dinilai masih berkaitan dengan sektor pendidikan. Menurutnya, anggaran tersebut seharusnya dapat lebih diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan, termasuk membantu mahasiswa yang terkendala biaya kuliah.

Menanggapi hal itu, Muhammad Qodari menegaskan bahwa MBG merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses pendidikan. Ia menjelaskan, berdasarkan data yang dimilikinya, sekitar 56 persen siswa datang ke sekolah dalam kondisi lapar sehingga sulit berkonsentrasi saat mengikuti pelajaran.

"Kalau siswa lapar, mereka tidak bisa belajar dengan baik dan sulit menyerap materi yang disampaikan guru. Karena itu, MBG menjadi bagian penting dalam mendukung proses pendidikan," ujar Qodari.

Ia juga mengingatkan bahwa pemerintah memiliki program lain yang secara khusus ditujukan untuk membantu akses pendidikan, seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP). Program tersebut, kata Qodari, memiliki alokasi anggaran sekitar Rp15 triliun setiap tahun untuk mendukung lebih dari satu juta mahasiswa.

Menurutnya, MBG dan bantuan pendidikan tinggi merupakan dua kebijakan berbeda yang tidak seharusnya dicampuradukkan dalam satu perspektif.

Saat menanggapi pernyataan mengenai ribuan calon mahasiswa yang diterima di perguruan tinggi namun gagal melanjutkan studi karena kendala biaya, Qodari meminta agar kritik yang disampaikan didukung dengan data yang jelas.

Ia mempertanyakan apakah BEM UI memiliki data pasti mengenai jumlah kursi yang kosong akibat calon mahasiswa tidak melakukan registrasi karena persoalan ekonomi.

Qodari pun mengajak kalangan mahasiswa menyampaikan kritik terhadap pelaksanaan MBG secara objektif dengan mengedepankan fakta di lapangan agar evaluasi program dapat dilakukan secara tepat sasaran.

Sementara itu, Fathimah Azzahra menegaskan bahwa mahasiswa tidak hanya mengandalkan data, tetapi juga melihat langsung kondisi masyarakat. Menurutnya, berbagai persoalan di lapangan menjadi dasar kritik yang disampaikan terhadap pelaksanaan MBG.

Ia menambahkan, di Universitas Indonesia terdapat dukungan dari jaringan alumni yang membantu mahasiswa agar tetap dapat melanjutkan pendidikan ketika mengalami kesulitan biaya, sehingga menurutnya tidak seluruh penyelesaian persoalan bergantung pada intervensi pemerintah.

Diskusi tersebut berlangsung dinamis dengan kedua belah pihak mempertahankan argumentasi masing-masing mengenai efektivitas Program Makan Bergizi Gratis serta prioritas kebijakan pemerintah di bidang pendidikan.

Terkini

BGN Soroti Setoran Rp2.000 per Porsi kepada Mitra MBG

Minggu, 4 Oktober 2026 | 07:43 WIB

Qodari Sebut Perjuangan Prabowo Sejalan dengan HUMANIKA

Minggu, 20 September 2026 | 14:09 WIB