Ia mencontohkan satu kecamatan di Banyumas yang memiliki 16.000 penerima manfaat, sebelumnya telah ditangani oleh 6 SPPG, namun tetap disetujui lagi pembangunan 5 dapur tambahan.
“Kalau 16 ribu dibagi 11 (SPPG), nanti masing-masing hanya mengelola 1.400 penerima manfaat. Gimana tuh?” lanjutnya.
Nanik memastikan BGN akan segera menyelesaikan persoalan tersebut untuk mencegah tumpang tindih dapur dan memastikan pemerataan program.
Program MBG Disebut Berkontribusi Besar pada Penyerapan Tenaga Kerja
Sejak awal pelaksanaannya, program MBG digadang sebagai salah satu program dengan dampak ekonomi terbesar. Dewan Ekonomi Nasional (DEN) sebelumnya mencatat bahwa MBG:
-
Menciptakan 1,9 juta lapangan kerja, dan
-
Menurunkan tingkat kemiskinan menjadi 5,8 persen jika dijalankan secara optimal.
Ahli dari DEN, Arief Anshori Yusuf, menilai MBG membawa efek domino yang luas bagi kesejahteraan masyarakat.
“Program ini sangat bagus sekali dalam konteks pro-job. Lapangan pekerja baru itu sampai 1,9 juta,” kata Arief.
Ia juga menambahkan bahwa MBG berkontribusi signifikan dalam penurunan ketimpangan dan meningkatkan inklusi ekonomi masyarakat.
Sasar Kelompok Rentan dan Miskin
Selain siswa sekolah, program MBG kini juga menyasar kelompok penerima manfaat lain yang lebih rentan, seperti:
-
warga miskin ekstrem,
-
penyandang disabilitas,
-
lansia terlantar,
-
anak-anak putus sekolah,
-
anak jalanan,