Jakarta — Gertak.id
Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad, resmi menetapkan Kepri sebagai “provinsi berselawat” dengan tujuan memperkuat kecintaan masyarakat kepada Nabi Muhammad SAW. Kebijakan ini ditandai dengan pembacaan Shalawat Busyro setiap pagi oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepri.
Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Gubernur mengenai kewajiban pemutaran dan pembacaan Shalawat Busyro di kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Pelaksanaannya dilakukan setelah pemutaran lagu Indonesia Raya setiap pagi pada pukul 10.00 WIB.
“Kita menetapkan Kepri sebagai provinsi berselawat sebagai wujud cinta dan penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW,” ujar Ansar di Tanjungpinang dikutip dari Antara, Senin (17/11/2025).
Selain rutinitas harian ASN, pemutaran dan pembacaan Shalawat Busyro juga diterapkan dalam setiap acara resmi pemerintah daerah, termasuk kegiatan pelayanan dan kunjungan di tengah masyarakat. Menurut Ansar, pembiasaan tersebut dimaksudkan sebagai pembentukan akhlak, karakter spiritual, dan moralitas aparatur maupun masyarakat Muslim di Kepri.
Ansar berharap kehadiran budaya berselawat ini dapat membawa kedamaian, keberkahan, serta kemajuan pembangunan daerah.
Dukungan dan Pandangan Ulama
Terpisah, Habib Segaf bin Hasan Baharun, putra kedua almarhum Habib Hasan Baharun—pendiri Pondok Pesantren Darullughah Wadda'wah (Dalwa), Pasuruan—mengapresiasi kebijakan Gubernur Ansar. Ia menilai kebiasaan berselawat adalah wujud cinta, adab, dan penguatan iman kepada Nabi Muhammad SAW.
“Amalan melalui selawat insyaallah akan diterima. Semoga Kepri ke depan menjadi daerah yang lebih baik,” ujarnya.
Habib Segaf dikenal sebagai ulama, penulis, dan dai yang turut mempopulerkan Shalawat Busyro, dan disebutkan bahwa ijazah pembacaan selawat tersebut telah diberikan secara langsung kepada Gubernur Ansar.
Latar Belakang Shalawat Busyro
Shalawat Busyro merupakan selawat yang dipercaya memberi kabar gembira (busyra) bagi pembacanya. Menurut Habib Segaf, siapa pun yang rutin mengamalkannya diupayakan memperoleh ketenangan, kemudahan, dan kebaikan sebagai bagian dari wirid spiritual.