JAKARTA, Gertak.id – Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari menyebut perjuangan Presiden Prabowo Subianto dalam menjalankan pemerintahan sejalan dengan nilai yang selama ini diperjuangkan Himpunan Masyarakat untuk Kemanusiaan dan Keadilan (HUMANIKA).
Menurut Qodari, perjuangan tersebut tidak hanya berkaitan dengan demokrasi, tetapi juga menyangkut keadilan serta kesejahteraan masyarakat Indonesia.
Pernyataan itu disampaikan Qodari saat menghadiri peringatan 36 tahun berdirinya HUMANIKA di Jakarta Selatan, Jumat (18/9/2026).
“Apa yang diperjuangkan, apa yang dikerjakan oleh Presiden Prabowo betul-betul sejalan dengan apa yang diperjuangkan oleh HUMANIKA, yaitu demokrasi, kemudian keadilan untuk masyarakat Indonesia, dan kesejahteraan untuk masyarakat Indonesia,” ujar Qodari.
Qodari Ajak Dukung Pemerintahan Prabowo
Qodari yang juga merupakan anggota dan aktivis HUMANIKA menilai organisasi tersebut berhasil menjaga keberlangsungan regenerasi selama puluhan tahun.
Ia menyebut tidak banyak organisasi masyarakat sipil yang mampu bertahan hingga usia 36 tahun.
HUMANIKA didirikan pada 1990 oleh aktivis era Orde Baru Bursah Zarnubi. Organisasi tersebut dikenal dengan komitmennya mengawal konsolidasi demokrasi, kemanusiaan, dan keadilan.
Keanggotaan HUMANIKA saat ini berasal dari berbagai latar belakang profesi, termasuk jurnalis, kepala daerah, hakim, menteri, hingga anggota DPR.
Qodari mengatakan para anggota HUMANIKA tetap memiliki komitmen untuk mengawal jalannya pemerintahan agar sesuai dengan amanat konstitusi.
“Tidak mengherankan tadi kita mendengar bahwa Pak Bursah mengatakan, mari kita dukung Pak Prabowo untuk bisa menjalankan tugasnya dengan baik,” katanya.
Bursah Soroti Demokrasi dan Pasal 33 UUD 1945
Dalam kesempatan yang sama, pendiri HUMANIKA Bursah Zarnubi menekankan pentingnya menjaga demokrasi yang telah diperjuangkan para aktivis Reformasi 1998.