B50 Berlaku 1 Juli, Indonesia Hemat Devisa Rp157 Triliun

Photo Author
Moch Rompi'i, Gertakberita.com
- Rabu, 17 Juni 2026 | 21:34 WIB
B50 Berlaku 1 Juli, Indonesia Hemat Devisa Rp157 Triliun
B50 Berlaku 1 Juli, Indonesia Hemat Devisa Rp157 Triliun

 

JAKARTA, Gertak.id  – Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan kebijakan B50 mulai diterapkan secara nasional pada 1 Juli 2026. Program pencampuran 50 persen biodiesel berbasis minyak nabati dengan 50 persen solar tersebut diproyeksikan mampu menghemat devisa negara hingga Rp157,28 triliun sepanjang tahun ini.

Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, menjelaskan bahwa implementasi B50 menjadi langkah strategis pemerintah untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak (BBM), khususnya solar. Dengan berkurangnya impor, Indonesia akan semakin dekat menuju kemandirian energi nasional.

“Dengan implementasi B50 pada 2026, diharapkan Indonesia dapat menghemat devisa hingga Rp157,28 triliun. Ini merupakan upaya nyata untuk mengurangi impor BBM dan memperkuat ketahanan energi nasional,” ujar Dwi dalam konferensi pers, Rabu (17/6/2026).

Menurutnya, capaian tersebut meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya saat pemerintah masih menerapkan program B40. Pada 2025, penghematan devisa tercatat sebesar Rp133,3 triliun, sehingga implementasi B50 tahun ini diperkirakan meningkatkan penghematan sekitar 17,9 persen.

Tak hanya mengurangi impor solar, kebijakan B50 juga diproyeksikan memberikan dampak ekonomi yang luas. Pemerintah memperkirakan program ini mampu menciptakan nilai tambah minyak kelapa sawit mentah (CPO) sebesar Rp24,68 triliun, menyerap sekitar 2,21 juta tenaga kerja, serta menekan emisi gas rumah kaca hingga 46,72 juta ton.

Dwi menegaskan bahwa manfaat ekonomi program B50 akan dirasakan langsung oleh sektor perkebunan sawit dan para petani. Peningkatan pemanfaatan biodiesel domestik diyakini dapat memperkuat rantai industri sawit nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kebijakan ini tidak hanya menghemat devisa, tetapi juga meningkatkan nilai tambah sawit dalam negeri sehingga manfaat ekonominya dapat dirasakan lebih besar oleh para petani sawit,” jelasnya.

Implementasi B50 juga dinilai relevan dengan kondisi global yang masih diwarnai fluktuasi harga minyak akibat dinamika geopolitik internasional. Karena itu, pemerintah terus mempercepat pemanfaatan energi berbasis sumber daya domestik guna menjaga stabilitas energi nasional.

Untuk memastikan kesiapan pelaksanaan, pemerintah telah melakukan berbagai uji teknis sejak akhir 2025. Uji coba sektor otomotif dimulai pada 2 Desember 2025 dan ditargetkan selesai pada Juni 2026. Sementara itu, pengujian pada alat dan mesin pertanian (alsintan), alat pertambangan, sektor perkeretaapian, serta pembangkit listrik masih terus berlangsung.

Meski sejumlah sektor masih berada dalam tahap pengujian, Kementerian ESDM memastikan implementasi B50 akan dilaksanakan secara serentak mulai 1 Juli 2026 sebagai bagian dari strategi besar menuju kemandirian energi dan penguatan ekonomi nasional.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Moch Rompi'i

Rekomendasi

Terkini

BGN Soroti Setoran Rp2.000 per Porsi kepada Mitra MBG

Minggu, 4 Oktober 2026 | 07:43 WIB

Qodari Sebut Perjuangan Prabowo Sejalan dengan HUMANIKA

Minggu, 20 September 2026 | 14:09 WIB
X