JAKARTA , Gertak.id – Pemerintah bersama Bank Indonesia (BI) dan DPR RI memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah dinamika ekonomi global. Langkah tersebut menghasilkan dua strategi utama yang diyakini mampu meningkatkan kepercayaan pasar serta memperkuat ketahanan ekonomi nasional.
Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menjelaskan bahwa rapat koordinasi yang digelar di Kompleks Parlemen Senayan merupakan forum evaluasi sekaligus penguatan koordinasi antara otoritas fiskal dan moneter.
“Alhamdulillah, hasil koordinasi pada hari ini telah menghasilkan beberapa kesepakatan,” ujar Dasco usai rapat.
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, mengatakan fokus utama koordinasi adalah menjaga stabilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Dari pertemuan tersebut, pemerintah dan BI menyepakati dua strategi penting.
Strategi pertama adalah meningkatkan daya tarik imbal hasil instrumen keuangan seperti Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Kebijakan ini ditujukan untuk mendorong masuknya modal asing ke Indonesia, memperkuat pasokan valuta asing, serta menjaga kepercayaan pelaku pasar.
Menurut Perry, langkah tersebut juga menjadi respons terhadap tren kenaikan imbal hasil surat utang global yang berpotensi memicu arus modal keluar dari negara berkembang.
Strategi kedua adalah menjaga kecukupan likuiditas di pasar uang dan sektor perbankan. Upaya ini dilakukan melalui pengelolaan kas pemerintah yang lebih optimal dengan dukungan kebijakan moneter yang terkoordinasi.
Perry menegaskan bahwa koordinasi antara pemerintah dan BI akan terus diperkuat untuk menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendukung pertumbuhan nasional.
“Koordinasi yang selama ini sudah kuat akan terus diperkuat agar mampu menjawab tantangan ekonomi global maupun domestik,” katanya.
Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai sinergi penuh antara kebijakan fiskal dan moneter akan menjadi faktor penting dalam mengembalikan kepercayaan pasar terhadap rupiah.
“Ketika kebijakan fiskal dan moneter berjalan searah, kepercayaan pasar terhadap nilai rupiah akan semakin kuat,” ujar Purbaya.
Pemerintah berharap dua strategi yang telah disepakati tersebut mampu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sekaligus mendukung iklim investasi dan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan.