Prabowo Soroti Swasembada Energi dan Pangan: Kelapa Sawit Bisa Jadi BBM, Distribusi ke Lokasi Bencana Sumatera Terganggu

Photo Author
Redaksi Gertak, Gertakberita.com
- Sabtu, 6 Desember 2025 | 17:42 WIB
Presiden Prabowo menyinggung soal swasembada pangan dan energi, termasuk keuntungan sawit saat pidato di HUT Partai Golkar. (Instagram/presidenrepublikindonesia)
Presiden Prabowo menyinggung soal swasembada pangan dan energi, termasuk keuntungan sawit saat pidato di HUT Partai Golkar. (Instagram/presidenrepublikindonesia)

Gertak.id – Presiden Prabowo Subianto kembali menekankan pentingnya Indonesia mencapai swasembada energi dan pangan di tengah situasi global yang semakin tidak menentu. Pesan tersebut disampaikan saat menghadiri HUT ke-61 Partai Golkar yang digelar di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Jumat 5 Desember 2025.

Dalam pidatonya, Prabowo menyebut bahwa swasembada merupakan jalan untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor, terutama di tengah konflik internasional yang berdampak pada rantai pasok dunia.


Situasi Global Tidak Stabil: Ancaman Perang Ganggu Impor Energi

Prabowo menyinggung kondisi dunia yang saat ini masih dilanda perang dan ketegangan geopolitik. Konflik tersebut, menurutnya, dapat berdampak langsung pada kemampuan Indonesia mengimpor energi.

“Di mana-mana ada perang. Kalau perang berlanjut ke Eropa, dampaknya ke kita juga,” ujar Prabowo.

“Makanya dari awal saya katakan, kita harus swasembada pangan, swasembada energi BBM. Kalau perang lanjut di Eropa, bisa-bisa kita tidak bisa impor dari manapun,” lanjutnya.

Menurut Prabowo, perang dapat menghambat jalur transportasi dunia yang selama ini menjadi jalur masuk komoditas impor, termasuk BBM.

“Kalau kita tergantung impor, kita tidak mampu bayar nanti harga BBM,” imbuhnya.


Kelapa Sawit Disebut Karunia Indonesia: Bisa Jadi Bensin dan Solar

Dalam pidato yang sama, Prabowo menegaskan bahwa Indonesia telah diberikan karunia besar oleh Tuhan melalui keberadaan perkebunan kelapa sawit.

Walaupun sawit kerap memunculkan polemik, Prabowo menekankan bahwa tanaman tersebut memiliki potensi besar sebagai bahan baku energi.

“Kita diberi karunia oleh Yang Maha Kuasa. Kita punya kelapa sawit. Kelapa sawit bisa jadi BBM, bisa jadi solar, bisa jadi bensin. Kita punya teknologinya,” tegasnya.

Prabowo menambahkan bahwa kemandirian energi tidak hanya bergantung pada sumber daya alam, tetapi juga kesiapan industri dan teknologi nasional.

“Kalau kita tidak hati-hati, kalau kita tidak punya teknologi, kalau pabrik pengolahan tidak siap, kalau terjadi apa-apa, baru kita nanti merasakan,” ujarnya.


Soroti Kelangkaan BBM Saat Banjir di Aceh, Sumut, dan Sumbar

Prabowo turut menyinggung bagaimana pentingnya pasokan BBM saat terjadi bencana, merujuk pada banjir dan longsor besar yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Menurutnya, distribusi BBM menjadi salah satu tantangan terbesar ketika akses transportasi rusak akibat bencana.

“Bencana di Sumatera, bagaimana repotnya kita mengantar BBM ke daerah-daerah bencana. Jembatan putus, jadi BBM harus kita naikkan pesawat, sebagian lewat kapal,” jelas Prabowo.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Yuliarto Mugi Widodo

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

BGN Soroti Setoran Rp2.000 per Porsi kepada Mitra MBG

Minggu, 4 Oktober 2026 | 07:43 WIB

Qodari Sebut Perjuangan Prabowo Sejalan dengan HUMANIKA

Minggu, 20 September 2026 | 14:09 WIB
X