internasional

Kecelakaan Jemaah Haji di Madinah, Satu Dirawat Intensif—Pemerintah Ancam Cabut Izin KBIHU Nakal

Rabu, 29 April 2026 | 21:46 WIB

Gertak.id | Madinah - Insiden serius menimpa rombongan jemaah haji Indonesia di Madinah, Arab Saudi, Selasa (28/4) sekitar pukul 10.30 waktu setempat. Kecelakaan lalu lintas terjadi saat jemaah dari kloter JKS-01 dan SUB-02 menjalani kegiatan ziarah di luar hotel, memicu respons cepat dari petugas kesehatan dan otoritas haji.

 

Peristiwa ini langsung menjadi sorotan karena aktivitas ziarah tersebut diduga tidak sepenuhnya terkoordinasi dengan petugas resmi. Situasi ini memperlihatkan adanya celah pengawasan dalam mobilitas jemaah, terutama saat berada di luar agenda utama yang telah ditetapkan.

 

Data sementara mencatat sedikitnya sepuluh jemaah terdampak, termasuk satu pengurus KBIHU. Sebagian besar korban mengalami luka ringan dan telah mendapatkan penanganan medis di lokasi sebelum dirujuk untuk pemeriksaan lanjutan.

 

Namun, satu jemaah atas nama Sri Sugi Hartini (60) dilaporkan mengalami kondisi lebih serius dan kini menjalani perawatan intensif di RS Al Hayyat Madinah. Tim medis haji Indonesia terus melakukan pemantauan ketat terhadap perkembangan kondisinya.

 

Petugas kesehatan bergerak cepat memastikan seluruh korban mendapatkan perawatan optimal. Pendampingan juga diberikan untuk menjamin kondisi psikologis jemaah tetap stabil pascakejadian.

 

Kepala Biro Humas Kemenhaj, Moh. Hasan Afandi, memastikan bahwa seluruh kebutuhan logistik dan layanan medis bagi para korban telah terpenuhi tanpa hambatan. Pemerintah, kata dia, berkomitmen penuh menjaga keselamatan jemaah selama di Tanah Suci.

 

Namun di balik itu, peringatan keras dilontarkan kepada Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU). Setiap aktivitas jemaah di luar hotel, termasuk ziarah ke Masjid Quba dan Jabal Uhud, wajib melalui koordinasi resmi dengan petugas.

 

Halaman:

Terkini