internasional

Pemerintah Beri Penghormatan Tertinggi untuk TNI Gugur di Lebanon, Desak Investigasi UNIFIL

Selasa, 31 Maret 2026 | 06:58 WIB
TNI Gugur di Lebanon, Pemerintah melalui Menlu Sugiono Beri Penghormatan dan Dorong Investigasi./Dok.BakomRI

Tokyo, GERTAK.ID - Pemerintah Indonesia memberikan penghormatan tertinggi kepada prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang gugur dalam menjalankan misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon.

Penghormatan tersebut disampaikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan pengabdian dalam menjaga perdamaian dunia.

Prajurit yang gugur diketahui bernama Praka Farizal Rhomadhon, yang menjabat sebagai Taban Provost 1 Ru Provost Kompi Markas (Kima) Yonif 113/JS. Ia gugur akibat serangan Israel di wilayah Lebanon Selatan, yang dalam insiden yang sama juga menyebabkan tiga prajurit TNI lainnya mengalami luka.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono menyampaikan penghormatan tersebut saat mendampingi kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto di Tokyo, Jepang, Senin (30/3).

“Kita beri penghormatan yang setinggi-tingginya dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada prajurit kita yang gugur,” ujar Sugiono.

Lebih lanjut, Sugiono menegaskan bahwa prajurit TNI yang gugur maupun yang terluka telah menunjukkan profesionalisme tinggi selama menjalankan misi perdamaian internasional, sekaligus mengharumkan nama Indonesia di kancah global.

“Memberikan yang terbaik bukan hanya bagi nama harum dan nama baik bangsa dan negara, tetapi juga menjalankan misi kemanusiaan yang sangat penting bagi perdamaian dan kelangsungan hidup manusia,” ungkapnya.

Pemerintah juga memastikan proses pemulangan jenazah Praka Farizal Rhomadhon akan dilakukan secepat mungkin.

Kementerian Luar Negeri telah menugaskan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Beirut untuk terus memantau kondisi seluruh personel TNI serta menyiapkan proses pemulasaraan jenazah.

“Kami menugaskan kepada kedutaan besar kita yang ada di Beirut untuk terus memonitor perkembangan prajurit-prajurit kita kemudian menyiapkan langkah-langkah untuk pemulasaraan jenazahnya,” tegasnya.

Seiring dengan itu, pemerintah Indonesia mendesak dilakukannya investigasi menyeluruh atas insiden serangan tersebut.

Upaya diplomasi terus didorong guna menurunkan eskalasi konflik dan mencegah terjadinya kekerasan lanjutan di wilayah tersebut.

“Meminta investigasi penuh dari UNIFIL untuk bisa menemukan sumber dari insiden ini dan sekali lagi meminta kepada semua pihak untuk melakukan deeskalasi,” pungkas Sugiono.

Tags

Terkini