“Melalui ALM, perusahaan dapat memastikan kemampuan memenuhi kewajiban jangka panjang, mengelola risiko suku bunga akibat pergerakan nilai aset dan liabilitas yang berbeda, mengantisipasi risiko likuiditas, serta memitigasi risiko pasar akibat fluktuasi ekuitas, kredit, maupun nilai tukar. Stabilitas keuangan juga dijaga dengan menyelaraskan arus kas masuk dari aset dengan proyeksi arus keluar klaim dan kewajiban,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, IFG mendorong peningkatan pemahaman mengenai prinsip, tujuan, fungsi, serta jenis ALM, khususnya di sektor asuransi. Upaya tersebut diharapkan mampu memperkuat praktik pengelolaan investasi yang sehat, menjaga stabilitas keuangan perusahaan, serta memberikan perlindungan berkelanjutan bagi pemegang polis dan peserta dana pensiun.