internasional

Musa Boma: DOB di Tanah Papua Persempit Ruang Gerak TPNPB dan Ancam Kedaulatan Rakyat Asli

Jumat, 6 Juni 2025 | 02:38 WIB

Gertak.id - Nabire, Papua Tengah – Tokoh pemuda Papua Tengah, Musa Boma Mapiha 777, menyampaikan kritik keras terhadap kehadiran Daerah Otonomi Baru (DOB) yang terus berkembang di Tanah Papua. Menurutnya, kebijakan pemekaran wilayah tersebut justru mempersempit ruang gerak Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) serta mengancam hak-hak rakyat asli Papua.

“Semua DOB ini dirancang oleh Badan Intelijen Negara (BIN) dan sarat kepentingan negara tertentu di atas tanah Papua,” ujar Musa Boma dalam pernyataan tertulis yang diterima redaksi Gertak.id pada Kamis, 5 Juni 2025.

Ia menilai, usia pemerintahan Provinsi Papua Tengah yang masih sangat muda belum sejalan dengan kesiapan infrastruktur dasar. Menurutnya, alih-alih mempercepat pembangunan, pemekaran justru memperkeruh situasi.

“Provinsi Papua Tengah ibarat anak baru lahir. Perkantoran saja belum selesai dibangun, tapi DOB sudah dimekarkan di mana-mana. Ini lucu,” tegasnya.

Musa juga meminta Gubernur Papua Tengah, Meky Nawipa, untuk lebih fokus pada pembangunan infrastruktur publik dibanding memperluas wilayah administratif.

Ia bahkan menyerukan pencabutan proposal DOB di Komisi II DPR RI, demi melindungi hutan, masyarakat sipil, dan kelompok kombatan TPNPB-OPM.

“DOB adalah pintu masuk genosida dan ekosida. Rakyat asli bisa semakin termarjinalkan, sementara kekayaan alam Papua akan dikeruk oleh pihak luar dengan dukungan kekuatan militer,” ujarnya.

Menurut Musa, pemekaran wilayah hanya menguntungkan elite dan pemodal, sementara rakyat Papua kehilangan kendali atas tanah dan sumber daya mereka sendiri.

(Musa Boma)

Terkini