Perkuat Kerja Sama Indonesia-AS, Prabowo: Kami Butuh Mitra untuk Industrialisasi

Photo Author
Atippudin, Gertakberita.com
- Jumat, 20 Februari 2026 | 00:24 WIB
Moment Prabowo di Washington D.C. teken perjanjian dagang RI-AS dan ajak mitra AS dukung industrialisasi Indonesia./Dok.JPromedia
Moment Prabowo di Washington D.C. teken perjanjian dagang RI-AS dan ajak mitra AS dukung industrialisasi Indonesia./Dok.JPromedia

Washington D.C., Gertak.id - Presiden RI Prabowo Subianto dijadwalkan menandatangani perjanjian perdagangan antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) dalam kunjungannya ke Negeri Paman Sam, Kamis (19/2) waktu setempat. Agenda tersebut menjadi bagian dari upaya memperdalam kemitraan ekonomi kedua negara.

Dalam Forum Bisnis bersama US Chamber of Commerce di Washington D.C., Rabu (18/2), Prabowo menegaskan komitmen Indonesia mempererat kerja sama strategis dengan AS. Ia menyebut perjanjian yang tengah diselesaikan akan memberikan kepastian bagi pelaku usaha dan investor dari kedua negara.

"Saya berada di sini untuk menyelesaikan sebuah perjanjian perdagangan besar antara kedua negara kita. Saya pikir ini adalah perjanjian yang sangat signifikan bagi pelaku usaha dan investor dari kedua negara, serta bagi kawasan Pasifik yang lebih luas. Ini memberikan sinyal yang jelas bahwa Indonesia dan Amerika Serikat memilih untuk terus memperdalam kerja sama ekonomi, memperkuat akses pasar, dan menciptakan kepastian yang lebih besar bagi dunia usaha," ujar Prabowo.

Ia juga mengajak pengusaha AS menjalin kemitraan jangka panjang dengan Indonesia, khususnya dalam agenda modernisasi dan industrialisasi nasional.

"Kita mencari mitra yang serius dan berjangka panjang, mitra yang akan bekerja bersama kita, menumbuhkan ekonomi bersama, dan saling menguntungkan. Kami berharap dapat menemukan mitra yang siap bergabung dalam upaya berkelanjutan kami untuk modernisasi dan industrialisasi negara saya," ujarnya.

Prabowo menjelaskan, sovereign wealth fund Indonesia, Danantara, tengah menjalankan berbagai proyek hilirisasi sebagai bagian dari strategi peningkatan nilai tambah industri dalam negeri.

"Kami terus maju dengan pengolahan industri hilir. Dan saya pikir Danantara akan menjadi mesin kunci untuk langkah ini. Misalnya, kami baru saja memulai 18 proyek baru, pengolahan hilir pada tahun ini," ungkapnya.

Menurutnya, Danantara dapat menjadi mitra utama bagi perusahaan dan investor di sektor industri. Ia berharap Indonesia tidak hanya dipandang sebagai pasar potensial, melainkan juga basis produksi strategis di kawasan.

"Saya pikir bagi perusahaan Amerika, Indonesia tidak hanya akan menjadi pasar yang menarik, tetapi kami juga berharap bahwa Indonesia akan digunakan sebagai basis produksi. Indonesia dapat dilihat sebagai mitra strategis yang baik untuk kawasan ini," ucapnya.

Presiden juga menegaskan fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat dengan pertumbuhan stabil di atas 5 persen, inflasi terkendali, serta disiplin fiskal yang terjaga. Stabilitas nasional, lanjutnya, menjadi faktor penting dalam menarik investasi asing langsung.

"Foreign Direct Investment (FDI) sangat baik. Tahun lalu mencapai USD 53 miliar. Ini mencerminkan kepercayaan terhadap ekonomi kita, ukuran pasar kita, potensi pertumbuhan, stabilitas politik, dan arah kebijakan kita," ucapnya.

Di sisi lain, Prabowo mengakui masih terdapat sejumlah tantangan seperti korupsi, penyelundupan, dan aktivitas ekonomi ilegal. Pemerintah, kata dia, berkomitmen menangani persoalan tersebut secara tegas.

"Saya memilih menghadapi masalah ini secara langsung," tegasnya.

Menutup pernyataannya, Prabowo berharap hubungan Indonesia dan AS semakin kokoh dan mampu menciptakan kemakmuran bersama.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Atippudin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X