Jubelium ke-50 Gereja Bukit Zaitun Nabire, Suku Dani hingga Mee Diajak Bersatu

Photo Author
Moch Rompi'i, Gertakberita.com
- Jumat, 9 Oktober 2026 | 17:04 WIB
Jubelium ke-50 Gereja Bukit Zaitun Nabire, Suku Dani hingga Mee Diajak Bersatu
Jubelium ke-50 Gereja Bukit Zaitun Nabire, Suku Dani hingga Mee Diajak Bersatu

 

 

NABIRE, PAPUA TENGAH, Gertak.id – Memperingati perjalanan pelayanan selama setengah abad, Jemaat Gereja Bukit Zaitun Kali Susu, Nabire, Papua Tengah, menggelar pawai jalan santai penuh sukacita. Kegiatan ini bukan sekadar perayaan ulang tahun gereja, tetapi juga menjadi momentum mengenang perjuangan para pendahulu sekaligus mempererat persaudaraan masyarakat dari suku Dani, Nduga, Damal, dan Mee.

Pawai tersebut diikuti ketua panitia, para hamba Tuhan, pendeta, gembala, serta seluruh jemaat Gereja Bukit Zaitun Kali Susu. Dengan penuh semangat, peserta berjalan bersama sambil menaikkan pujian kepada Tuhan dan menampilkan tarian serta pujian adat sebagai ungkapan syukur atas perjalanan pelayanan gereja hingga mencapai usia 50 tahun.

Napak Tilas Perjalanan Gereja Selama 50 Tahun

Pawai dimulai dari halaman Gereja Bukit Zaitun Kali Susu, kemudian melintasi Pasar UKA, kawasan depan SMA Negeri 1 Nabire, lampu merah Oyehe, Jalan Merdeka, Tugu Cenderawasih, kawasan Pengadilan, hingga Karang Mulia. Rombongan kemudian kembali ke halaman gereja sebagai titik akhir kegiatan.

Sepanjang perjalanan, suasana kebersamaan dan sukacita terlihat dari antusiasme para peserta. Pujian dan tarian adat yang ditampilkan menjadi bagian dari ungkapan syukur sekaligus penghormatan terhadap sejarah perjuangan gereja di Nabire.

Ketua panitia menyampaikan bahwa peringatan Jubelium ke-50 tahun ini tidak hanya menjadi milik Jemaat Gereja Bukit Zaitun Kali Susu, tetapi juga memiliki makna bagi masyarakat suku Dani, Nduga, Damal, dan Mee yang mempunyai keterkaitan dengan perjalanan awal pergumulan serta perkembangan gereja di Nabire.

Menurutnya, perayaan ini menjadi kesempatan untuk mengenang perjuangan orang tua terdahulu dalam membangun gereja, menghadapi berbagai tantangan, dan mengembangkan pelayanan bagi umat Tuhan.

Ajak Generasi Muda Melanjutkan Perjuangan Pendahulu

Pawai jalan santai tersebut juga membawa pesan untuk menghargai perjuangan generasi terdahulu. Pada masa lalu, berjalan kaki menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup maupun menjalankan pelayanan gereja.

Semangat itu diharapkan tetap hidup di tengah generasi sekarang. Melalui peringatan Jubelium ke-50 tahun, jemaat diajak menjaga persaudaraan, memperkuat kebersamaan, serta meneruskan nilai-nilai perjuangan dan pelayanan kepada generasi mendatang.

Ketua panitia juga mengajak masyarakat dari suku Dani, Nduga, Damal, dan Mee untuk ikut mengambil bagian dalam rangkaian perayaan tersebut.

Ia menegaskan, momentum setengah abad perjalanan gereja bukan hanya kegiatan seremonial, melainkan kesempatan untuk membuka kembali lembaran sejarah, mempererat hubungan persaudaraan, dan memperkuat kebersamaan di antara umat Tuhan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Moch Rompi'i

Rekomendasi

Terkini

X