Perubahan Desil Jadi Bayang-Bayang Rakyat Kecil, Bansos Bisa Terhenti Jika Data Dinilai Tak Lagi Layak

Photo Author
Selamet Riyadi, Gertakberita.com
- Senin, 28 September 2026 | 17:07 WIB

Gertak.id | Jakarta — Perubahan data desil kesejahteraan menjadi perhatian masyarakat pada 2026. Pasalnya, perubahan posisi desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) dapat berpengaruh terhadap penerimaan sejumlah program bantuan sosial (bansos).

Kondisi tersebut berpotensi dirasakan berbagai kelompok masyarakat, mulai dari keluarga berpenghasilan rendah, pedagang kecil, pekerja informal hingga mahasiswa yang selama ini bergantung pada program perlindungan sosial.

Secara umum, desil merupakan metode statistik yang membagi keluarga ke dalam 10 kelompok berdasarkan posisi relatif tingkat kesejahteraan. Semakin kecil angka desil, semakin rendah posisi relatif kesejahteraan keluarga tersebut.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan, desil digunakan untuk mengelompokkan keluarga berdasarkan posisi relatif tingkat kesejahteraan atau karakteristik sosial ekonominya.

“Angka desil perlu dipahami sebagai gambaran posisi relatif dalam pemeringkatan kesejahteraan, bukan sebagai ukuran tunggal kondisi ekonomi suatu keluarga,” kata Amalia dalam keterangan resminya, Senin (28/9/2026).

Dengan demikian, keluarga yang berada dalam satu kategori desil tidak selalu mempunyai pendapatan, pengeluaran, aset maupun kondisi sosial ekonomi yang sama.

Apa Saja yang Menentukan Desil?

Pemeringkatan desil mempertimbangkan sejumlah karakteristik sosial ekonomi keluarga. Di antaranya kondisi tempat tinggal, sumber air minum, bahan bakar dan energi untuk memasak, kepemilikan aset, daya serta konsumsi listrik, komposisi keluarga, pendidikan, pekerjaan, kesehatan hingga kondisi disabilitas.

BPS menggunakan metode statistik Proxy Means Test (PMT) untuk mengestimasi tingkat kesejahteraan keluarga berdasarkan berbagai karakteristik yang dapat diamati.

Hasil pemeringkatan kemudian dibagi menjadi 10 kelompok.

Desil 1 merupakan kelompok 10 persen keluarga dengan tingkat kesejahteraan relatif paling rendah, sementara Desil 2 berada pada kelompok miskin.

Selanjutnya, Desil 3 merupakan kelompok hampir miskin dan Desil 4 kelompok rentan miskin.

Sementara Desil 5 masuk kelompok ekonomi menengah ke bawah. Adapun Desil 6 hingga Desil 10 mencakup kelompok dengan tingkat kesejahteraan yang semakin tinggi.

Desil Jadi Rujukan Penyaluran Bansos

Pengelompokan tersebut menjadi salah satu informasi penting dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang digunakan pemerintah dalam berbagai program perlindungan sosial.

Per 10 Juli 2026, DTSEN Versi 3 Tahun 2026 mencakup sekitar 290,1 juta record individu dan 95,98 juta data keluarga.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Selamet Riyadi

Rekomendasi

Terkini

X