Hingga Triwulan II 2026, ekosistem tersebut tercatat melayani 33,8 juta debitur aktif dan mengelola lebih dari 166 juta rekening simpanan mikro.
Sinergi ketiga perusahaan juga dilaporkan telah mendorong sekitar 2,3 juta debitur naik kelas. Program ini ditujukan untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal sekaligus membuka peluang pengembangan usaha.
Hery menilai keberhasilan pemberdayaan tidak hanya diukur dari tersalurkannya pembiayaan, tetapi juga dari perkembangan usaha, peningkatan pendapatan, dan kemampuan masyarakat mengakses layanan keuangan yang lebih luas.
Pemberdayaan UMKM dan Desa Diperluas
Selain pembiayaan, BRI menjalankan sejumlah program pemberdayaan untuk memperkuat kapasitas usaha dan mendorong pengembangan ekonomi berbasis komunitas.
Hingga September 2026, program Desa BRILiaN dilaporkan telah menjangkau lebih dari 6.351 desa di Indonesia. Sementara itu, program KlasterkuHidupku telah mengembangkan lebih dari 45 ribu klaster usaha.
Dukungan digitalisasi dan peningkatan kapasitas juga dilakukan melalui platform LinkUMKM by BRI, yang telah dimanfaatkan lebih dari 17,6 juta pelaku UMKM.
Di sisi lain, sebanyak 54 Rumah BUMN dilaporkan telah menyelenggarakan lebih dari 19.525 pelatihan dengan sekitar 654.351 UMKM terdaftar. Program-program tersebut diarahkan untuk memperluas pengetahuan usaha, meningkatkan keterampilan pelaku UMKM, serta membuka peluang pemasaran yang lebih luas.
Pembiayaan Rumah Subsidi dan Ekosistem Perumahan
Kontribusi BRI terhadap program pembangunan nasional juga mencakup dukungan terhadap Program 3 Juta Rumah.
Hingga September 2026, penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi BRI tercatat mencapai Rp19,81 triliun kepada lebih dari 144 ribu debitur.
Sekitar 98 persen dari pembiayaan tersebut disalurkan melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), dengan jangkauan sekitar 141 ribu penerima manfaat.
Sepanjang 2026, realisasi penyaluran FLPP BRI mencapai 28.084 unit, meningkat 22,58 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Selain KPR subsidi, BRI juga menyalurkan Kredit Program Perumahan (KPP). Hingga akhir September 2026, realisasi KPP mencapai Rp12,60 triliun atau 90,05 persen dari target tahun berjalan.
Pembiayaan ini diharapkan mendukung pengembangan sektor perumahan, termasuk kegiatan konstruksi, industri bahan bangunan, dan penyerapan tenaga kerja.
BRILink Agen Dukung Akses Keuangan di Desa
Untuk memperluas akses layanan keuangan di wilayah pedesaan, BRI turut mengoptimalkan jaringan BRILink Agen dalam mendukung pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Melalui jaringan tersebut, masyarakat dapat mengakses layanan seperti setor dan tarik tunai, transfer, serta pembayaran berbagai tagihan. BRILink Agen juga dapat memfasilitasi akses terhadap produk simpanan dan pembiayaan melalui mekanisme rujukan sesuai ketentuan yang berlaku.