bisnis

Minggir Wiiiiir..!! Umar Faruk Kantongi SK Ketua DPC Sampang "MADAS SERUMPUN"

Sabtu, 18 April 2026 | 19:18 WIB
Minggir Wiiiiir..!! Umar Faruk Kantongi SK Ketua DPC Sampang

 

SAMPANG, Gertak.id – Dinamika organisasi Madura Asli (Madas) di Kabupaten Sampang memasuki babak baru. Umar Faruk resmi diberhentikan dari jabatannya sebagai Ketua DPC Sampang "Madas Sedarah" berdasarkan Surat Keputusan (SK) DPP tertanggal 15 April 2026.

Menanggapi hal tersebut, Umar Faruk memberikan klarifikasi terkait langkah yang diambilnya selama menjabat. Ia menegaskan bahwa kebijakan yang dilakukan bertujuan menjaga stabilitas keamanan di wilayah Sampang.

“Langkah yang saya ambil semata-mata untuk menjaga kondusivitas dan keamanan di Sampang,” ujarnya orang nomor satu DPC Sampang MADAS SERUMPUN.

Ia menjelaskan, sebelumnya sempat melarang anggota membawa atribut atau nama organisasi dalam aksi massa yang berkaitan dengan proses persidangan. Menurutnya, hal itu dilakukan agar persoalan pribadi tidak mencoreng nama baik organisasi.

“Saya hanya meminta agar tidak membawa nama Madas dalam urusan persidangan tersebut,” tegasnya.

Umar juga menegaskan komitmennya dalam menghormati proses hukum serta menjaga ketertiban lingkungan. Ia mengaku sebenarnya telah memiliki niat mundur sebelum SK pemberhentian diterbitkan.

“Saya melihat ada perbedaan prinsip terkait keterlibatan organisasi di luar kepentingan internal,” ungkapnya.

Meski demikian, Umar Faruk mengaku tidak kecewa atas keputusan tersebut dan memilih mengambil hikmah. Ia menegaskan bahwa tujuan berorganisasi adalah mempererat persaudaraan, bukan menciptakan konflik.

“Prinsip kami berorganisasi adalah mencari saudara, bukan lawan,” tegasnya.

Pasca pemberhentian, Umar memastikan tetap aktif berkontribusi di masyarakat melalui organisasi Madas Serumpun. Ia menyebut organisasi tersebut masih memiliki SK aktif hingga tahun 2030 dan telah terdaftar resmi di Bakesbangpol.

“Kami akan terus berkontribusi untuk masyarakat melalui Madas Serumpun,” jelasnya.

Ia pun mengimbau seluruh anggota untuk tetap tenang dan menjaga persaudaraan di tengah dinamika organisasi. “Kita tidak perlu berkonflik, karena pada dasarnya kita semua bersaudara,” pungkasnya.

Terkini