bisnis

Menu Telur Asin dalam Paket MBG Disorot usai Viral Puluhan Santri di Jombang Dilarikan ke RS Diduga Keracunan Massal

Sabtu, 7 Maret 2026 | 21:30 WIB
Menu Telur Asin dalam Paket MBG Disorot usai Viral Puluhan Santri di Jombang Dilarikan ke RS Diduga Keracunan Massal

Mereka disebut mengalami gangguan sirkulasi tekanan darah dan kekurangan cairan tubuh.

"Sirkulasi tekanan darahnya ada yang rendah karena kondisi puasa, buka baru sedikit, lalu muntah," terang Dwi.

"Rata-rata gangguan di sirkulasi tekanan darah dan kekurangan cairan tubuh," sambungnya.

Rerata Usia Korban: 12-21 Tahun

Dalam kesempatan yang sama, Dwi menyebutkan 28 santri yang mengalami gejala keracunan itu berusia 12-21 tahun.

Dwi memastikan, 28 korban dalam kondisi stabil ketika dipindahkan ke ruangan rawat inap. 

"Keluhannya sudah berkurang, sudah membaik semuanya. Kami perlu observasi lagi," tandasnya.

Di lain pihak, Polres Jombang bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat masih melakukan investigasi mendalam terkait dugaan keracunan massal yang menimpa puluhan santri di Ponpes Jombang.

Sampel Nasi Rawon hingga Telur Asin

Dalam kesempatan berbeda, Kapolres Jombang, AKBP Ardi Kurniawan menuturkan, pihaknya bersama tim medis Dinkes Jombang telah melakukan olah TKP dan pengambilan sampel di lokasi kejadian. 

Menu makanan berupa nasi rawon hingga telur asin yang menjadi bagian dari menu MBG, turut diperiksa otoritas berwenang.

"Semua sampel tersebut kami siapkan untuk pemeriksaan lebih lanjut di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Provinsi Jawa Timur di Surabaya agar dapat diketahui penyebabnya secara ilmiah," tegas Ardi kepada awak media di Jombang, Jatim, pada Jumat, 6 Maret 2026.

Meskipun gejala fisik menunjukkan indikasi keracunan, Ardi membeberkan hasil uji cepat (rapid test) sementara terhadap sampel makanan belum menunjukkan adanya residu kimia berbahaya.

"Dari hasil rapid test sementara tidak ditemukan kandungan bahan berbahaya seperti formalin, sianida, nitrat maupun arsenik," sebutnya.

Hingga berita ini terbit, pihak kepolisian maupun Dinkes Kabupaten Jombang belum memberikan keterangan lanjutan terkait penyebab pasti insiden tersebut.***

Halaman:

Terkini