Dalam perspektif Pauli, pembangunan harus meniru cara kerja alam: tanpa limbah, saling terintegrasi, dan menciptakan nilai tambah di tingkat lokal. Prinsip ini, menurut Raffy, harus menjadi fondasi pengelolaan WKP Talaga Ranu.
“Geothermal bukan ancaman jika tata kelolanya benar. Justru ini peluang besar bagi Halmahera Barat untuk keluar dari ketergantungan ekonomi tradisional dan masuk ke era ekonomi berkelanjutan,” tegasnya.
Dengan ditetapkannya WKP Talaga Ranu, Halmahera Barat kini berada di persimpangan penting. Apakah potensi ini menjadi sumber kemajuan bersama atau sekadar proyek biasa, sangat ditentukan oleh keberpihakan kebijakan dan keterlibatan masyarakat.
“Talaga Ranu hari ini bukan hanya soal panas bumi. Ini tentang masa depan ekonomi Halmahera Barat. Dan kita harus memastikan peluang ini benar-benar memberi manfaat bagi rakyat, "tutup Raffy. (Noval).