Rangkaian ziarah kemudian dilanjutkan ke Kompleks Makam Keluarga Hoofd Panghoeloe Raden Haji Muhammad (R.H.M.) Moesa di Jalan Kabupaten, Kecamatan Garut Kota. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Garut, Totong, menyampaikan bahwa area pemakaman tersebut diperuntukkan bagi keturunan dan kerabat dekat sang Penghulu Besar.
"Di lokasi ini, dimakamkan tokoh-tokoh besar. Diantara mereka ada yang menjadi wedana, Patih, Penghulu dan Bupati pada masa kolonial hingga kemerdekaan," ungkapnya.
Tercatat lima Bupati Garut yang dimakamkan di kompleks tersebut, yaitu Raden Adipati Suryanatakusuma (Bupati Garut ke-III, 1833–1871), Raden Adipati Aria Wiratanudatar VII (Bupati Garut ke-IV, 1871–1915), Raden Adipati Aria Soeria Kartalegawa (Bupati Garut ke-V, 1915–1929), Raden Adipati Aria Moehammad Moesa Soeria Kartalegawa (Bupati Garut ke-VI, 1929–1944), dan Raden Gahara Wijaya Surya (Bupati Garut ke-XIII, 1960–1966) ***Rika