JAKARTA, Gertak.id - Influencer, Theo Derick menyoroti tentang narasi sandwich generation atau generasi roti lapis, yang merujuk pada istilah untuk orang dewasa yang terjepit di tengah tanggung jawab finansial. Bukan hanya soal menanggung beban ekonomi, generasi ini dianggap sebagai 'pengasuh' untuk tiga generasi, yaitu orang tua (generasi atas), diri sendiri, dan anak-anak (generasi bawah).
Derick menilai, narasi-narasi tentang sandwich generation ini belakangan timbul akibat adanya jurang perbedaan mindset atau cara pandang seseorang tentang investasi. "Realitanya, apa yang dibicarakan di rumah, apa yang dibahas dari kecil, itu di rumah orang berada dengan orang yang kurang mampu, itu berbeda," ungkap Derick sebagaimana dikutip dalam siniar YouTube Raymond Chin pada Sabtu, (17/01/2026).
"Bahkan mindsetnya dari kecilnya sudah berbeda," imbuhnya.
Jurang mindset di lingkungan berbeda. Dalam kesempatan yang sama, Derick menuturkan tentang adanya jurang perbedaan mindset yang terbentuk di lingkungan yang berbeda. Konten kreator tentang edukasi finansial dan pengembangan diri tersebut mencontohkan hal itu, dengan menceritakan pengalaman dirinya semasa kecil. "Saya melihat dulu sejak kecil di lingkungan sekitar rumah, orang yang dikejar debt collector itu biasa, judi, prostitusi," sebut Derick.
"Lalu kita berinteraksi dengan orang berada, suasananya berbeda," tambahnya.
Derick mengaku, dahulu dirinya tidak menganggap investasi sebagai sesuatu yang baik untuk kehidupan finansialnya. "Saya orang yang dari kecil ditumbuhkan mindset ogah investasi, cicil saja tidak apa-apa yang penting gajinya cukup," terangnya.
"Sementara sekarang saya bertemu dengan teman-teman yang memang dari kecil pembicaraanya tentang investasi di rumahnya, itu terasa sekali bedanya," sambung Derick.
Sandwich generation timbul dari mindset. Derick bercerita, saat berinteraksi dengan orang-orang yang menganggap penting investasi, dirinya mendapati mindset tentang cara mengatur ekonominya. "Dari kecil, kata mereka, kita harus mengenal investasi," sebutnya.
"Kalau mau berhutang, putarkan bisnis dengan bank saja untuk financing bisnis," sambung Derick.
Menurut Derick, hal itulah yang menunjukan adanya jurang perbedaan mindset antara lingkungan orang yang kurang mampu dengan orang-orang berada. "Dan itu akan menghasilkan produk yang berbeda. Di negara kita, sering kita melihat dengan jelas perbedaan tersebut," tutur Derick.
"Ada mayoritas, ada minoritas. Itulah sebabnya sandwich generation-nya banyak," tandasnya.***