bisnis

Meraih Berkah, Merajut Kebersamaan: Tiga Owner MBG Camplong Gelar Pengajian Umum

Jumat, 16 Januari 2026 | 11:27 WIB
Meraih Berkah, Merajut Kebersamaan: Tiga Owner MBG Camplong Gelar Pengajian Umum

 

 

SAMPANG, Gertak.id — Di tengah dinamika sosial dan ekonomi masyarakat pedesaan, tiga owner Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Tamba’an, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, memilih mengambil peran nyata melalui jalur keagamaan dan sosial. Pada Senin, 19 Januari 2026, mereka akan menggelar pengajian umum terbuka sebagai ikhtiar spiritual sekaligus bentuk kepedulian langsung kepada masyarakat.

Pengajian umum tersebut akan digelar dalam dua rangkaian utama. Sejak pagi hingga sore hari, mulai pukul 06.00 hingga 17.00 WIB, akan dilaksanakan Semaan Al-Qur’an. Kegiatan kemudian dilanjutkan pada malam hari dengan Dzikrul Ghofilin (zikir bersama) yang dimulai pukul 19.00 WIB hingga selesai, bertempat di kediaman Ach Eko Haryono.

Kegiatan keagamaan ini dijadwalkan akan dihadiri sejumlah tokoh ulama ternama, di antaranya KH. Chomim Djazuli (Gus Miek), Nyai Lilik Miek, KH. Agus Sabut Penoto Projo, serta H. Agus Ferry Khusnul Ma’ab. Pengajian tersebut mengusung tema “Meraih Berkah, Merajut Kebersamaan,” sebagai penegasan semangat kebersamaan antara pelaku usaha dan masyarakat.

Owner Yayasan Babur Rizki Tamba’an, Ach Eko Haryono, menegaskan bahwa pengajian umum ini merupakan inisiatif pribadinya yang kemudian mengajak dua owner MBG lainnya di Kecamatan Camplong, yakni Agung Gunawan dan Nur Hidayat, untuk bergerak bersama.

“Sebagai manusia yang dhoif dan penuh keterbatasan, sudah seharusnya kita selalu mengingat Allah Azza wa Jalla. Kami juga ingin kehadiran MBG tidak hanya dirasakan lewat program makan bergizi, tetapi juga melalui sentuhan spiritual dan kepedulian sosial,” ujar Ach Eko Haryono, Jum'at (16/01/2026).

Pria yang akrab disapa Sang Baginda itu menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari upaya membangun nilai keimanan, ketakwaan, serta kepedulian sosial yang berkelanjutan.

“Hidup ini hanya sekali dan sifatnya sementara. Karena itu, kami ingin keberadaan kami benar-benar membawa manfaat bagi orang lain dan memberi nilai bagi kehidupan masyarakat,” tegasnya.

Selain menggelar pengajian umum, pihaknya juga secara konsisten menjalankan program berbagi kepada warga sekitar. Setiap bulan, sembako dan buah-buahan disalurkan sebagai bentuk empati terhadap kondisi ekonomi masyarakat.

“Yang terpenting adalah berbagi dan istiqamah. Meskipun nilainya kecil, tapi dilakukan terus-menerus. Bagi kami, sedekah bukan pengeluaran, melainkan investasi untuk bekal akhirat,” pungkasnya.

Terkini