bisnis

Disdik DKI Terbitkan SE Antisipasi Keamanan Sekolah Pascainsiden Ledakan SMAN 72 Kelapa Gading

Sabtu, 8 November 2025 | 21:33 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat menjenguk para korban ledakan SMAN 72 Jakarta di RS Islam Cempaka Putih./(Foto.Doc.CNBC)

 

Jakarta, Gertak.id - Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 38/SE/2025 tentang Peningkatan Kewaspadaan Terhadap Keamanan di Satuan Pendidikan DKI Jakarta usai insiden ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading pada Jumat, 7 November 2025.

Langkah ini menjadi respons cepat Disdik terhadap peristiwa yang mengguncang dunia pendidikan dan menimbulkan kekhawatiran publik atas keamanan sekolah.

Kepala Disdik DKI Jakarta, Nahdiana, menjelaskan kebijakan tersebut bertujuan memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan aman, tertib, dan kondusif. Melalui surat edaran itu, seluruh sekolah diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban.

“Kami akan melakukan deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban,” ujar Nahdiana dalam keterangan tertulis, Sabtu, 8 November 2025.

Ia menegaskan, Disdik DKI berkomitmen membangun kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat untuk menjaga ekosistem pendidikan tetap aman.

Selain pengawasan internal, Nahdiana juga mengimbau guru, wali kelas, dan orang tua memberikan pendampingan emosional bagi peserta didik. Menurutnya, dukungan moral dari lingkungan sekitar penting agar siswa tetap tenang dan fokus belajar.

"Kami juga mengimbau kepada guru/wali kelas dan orang tua agar memberikan pendampingan kepada peserta didik dengan aman, nyaman, sehat secara fisik maupun mental agar tetap fokus dalam mengikuti kegiatan belajar,” ujarnya.

Nahdiana menambahkan, semua pihak diminta tidak mudah terprovokasi atau mempercayai isu yang dapat memperkeruh suasana sekolah.

Disdik DKI menegaskan, kesehatan mental siswa kini menjadi bagian penting dari sistem pendidikan. Sekolah didorong menyediakan ruang aman bagi siswa untuk melaporkan hal-hal yang mengganggu kenyamanan belajar.

“Ini adalah upaya kami menjadikan kesehatan mental peserta didik sebagai prioritas dan fokus utama untuk meningkatkan kualitas hidup peserta didik,” tambahnya.

Kebijakan ini juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang Pemprov DKI dalam mencegah kekerasan, perundungan, dan tindakan ekstrem di lingkungan sekolah.

Sementara itu, Kepolisian masih mendalami penyebab dan motif di balik ledakan SMAN 72. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengonfirmasi bahwa terduga pelaku merupakan salah satu siswa sekolah tersebut.

“Tentunya itu juga menjadi bagian yang kita dalami. Apakah dia ikut paham tertentu? Apakah terpapar oleh suatu konten ataukah mungkin juga hal-hal yang membuat dia tertarik dan sebagainya,” kata Listyo kepada wartawan di Jakarta, Sabtu, 8 November 2025.

Halaman:

Tags

Terkini