BRI Dorong Ekonomi Desa melalui Pembiayaan, Pemberdayaan UMKM, dan BRILink Agen

Photo Author
Yulit MW, Gertakberita.com
- Selasa, 20 Oktober 2026 | 17:37 WIB

JAKARTA, GERTAK.ID – Memasuki dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada 20 Oktober 2026, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI memperkuat kontribusinya dalam mendukung ekonomi kerakyatan melalui pembiayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sektor pertanian, serta berbagai program pemberdayaan masyarakat.

Langkah tersebut sejalan dengan arah pembangunan nasional yang tertuang dalam Asta Cita, khususnya penguatan ekonomi masyarakat, ketahanan pangan, penciptaan lapangan kerja, dan pemerataan pembangunan hingga tingkat desa.

Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, mengatakan perusahaan terus menyelaraskan strategi bisnis dengan prioritas pembangunan nasional melalui perluasan akses pembiayaan, peningkatan kapasitas usaha, serta pengembangan layanan keuangan yang menjangkau masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.

Menurut Hery, karakteristik bisnis BRI yang berfokus pada UMKM menjadikan perseroan memiliki peran strategis dalam mendukung pelaksanaan program pemerintah yang berkaitan dengan penguatan ekonomi masyarakat.

“Pemerintah telah menempatkan penguatan ekonomi kerakyatan, ketahanan pangan, penciptaan lapangan kerja, dan pemerataan pembangunan sebagai prioritas nasional. Bagi BRI, arah kebijakan tersebut memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan karakteristik bisnis dan mandat perseroan,” ujar Hery.

Kredit UMKM Capai Rp1.235,4 Triliun

Salah satu kontribusi BRI tercermin dari penyaluran pembiayaan kepada sektor UMKM. Hingga akhir Triwulan II 2026, portofolio kredit UMKM BRI tercatat mencapai Rp1.235,4 triliun, tumbuh 8,6 persen secara tahunan atau year-on-year (YoY).

Nilai tersebut setara dengan sekitar 75,1 persen dari total portofolio kredit perseroan. Capaian ini menunjukkan besarnya porsi UMKM dalam kegiatan pembiayaan BRI sekaligus menegaskan fokus perusahaan pada sektor usaha yang menjadi bagian penting dari aktivitas ekonomi masyarakat.

Selain pembiayaan UMKM secara umum, BRI juga memperkuat dukungan terhadap sektor pertanian. Hingga akhir Triwulan II 2026, pembiayaan BRI untuk sektor tersebut mencapai Rp239,46 triliun.

Dukungan pembiayaan pertanian diarahkan untuk membantu pelaku usaha memperoleh akses permodalan guna mengembangkan kegiatan produktif. Upaya ini sejalan dengan agenda ketahanan pangan nasional dan peningkatan kapasitas produksi sektor pertanian.

Penyaluran KUR Tembus Rp167,01 Triliun

Dukungan terhadap pelaku usaha juga diwujudkan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Hingga akhir September 2026, BRI mencatat realisasi penyaluran KUR sebesar Rp167,01 triliun kepada sekitar 2,7 juta debitur.

Realisasi tersebut mencapai 87,9 persen dari alokasi KUR BRI tahun 2026 sebesar Rp190 triliun.

Dari total penyaluran tersebut, pembiayaan sebesar Rp114,76 triliun atau 68,71 persen diarahkan ke sektor produksi. Sektor pertanian, perburuan, dan kehutanan menjadi kontributor terbesar dengan porsi 42,82 persen.

Hery menyampaikan bahwa penyaluran KUR terus diarahkan pada sektor-sektor yang memiliki keterkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi masyarakat.

“BRI terus mengarahkan pembiayaan kepada sektor-sektor yang memiliki dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. KUR menjadi salah satu instrumen penting dalam mendukung agenda pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan dan membangun ekonomi nasional dari tingkat akar rumput,” katanya.

Holding Ultra Mikro Jangkau Puluhan Juta Debitur

Dalam upaya memperluas inklusi keuangan, BRI juga mengembangkan Holding Ultra Mikro bersama PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dan PT Pegadaian.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Yulit MW

Tags

Rekomendasi

Terkini

X