Sementara itu, sejumlah warga Desa Cihara menilai program ketahanan pangan melalui BUMDes berpotensi memberikan manfaat bagi petani maupun masyarakat apabila dikelola secara profesional dan berkelanjutan.
Menurut mereka, keberadaan BUMDes sebagai penyerap gabah dapat membantu petani memperoleh alternatif pemasaran hasil panen, terutama jika mampu menawarkan harga yang bersaing.
Warga juga menilai pengelolaan penyertaan modal yang bersumber dari Dana Desa perlu dilakukan secara transparan dan akuntabel. Keterbukaan mengenai perkembangan usaha, penggunaan anggaran, serta capaian program dinilai penting untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan dana publik.
"Karena menggunakan anggaran negara, kami berharap pelaksanaannya dilakukan secara terbuka. Jika dikelola dengan baik, manfaatnya tentu akan dirasakan petani dan masyarakat," ujar salah seorang warga.
Selain itu, warga mendorong Pemerintah Desa dan pengelola BUMDes menyampaikan perkembangan program secara berkala kepada masyarakat sebagai bentuk pertanggungjawaban atas pengelolaan Dana Desa sekaligus bahan evaluasi bersama untuk menjaga keberlanjutan program.
Artikel Terkait
BUMDes Sobang Jalankan Program Ketapang Lewat Usaha Domba dan Jahe Merah, Ini Progresnya
BUMDes Kelola 60 Ekor Domba, Program Ketapang Desa Kujangjaya Tunjukkan Pertumbuhan Ternak Signifikan
Empat Bulan Berjalan, BUMDes Mekarsari Mulai Pasok Telur untuk Warga Desa