SAMPANG, Gertak.id — Hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Madura, pada Kamis (5/3/2026) sore hingga malam hari menimbulkan sejumlah kerusakan dan korban jiwa. Seorang warga dilaporkan meninggal dunia setelah dapur rumahnya roboh dan menimpanya saat sedang memasak.
Korban diketahui bernama Musayyah (68), warga Dusun Rabesen Selatan, Desa Rabesen, Kecamatan Camplong. Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 01.33 WIB saat wilayah tersebut diguyur hujan deras disertai angin kencang.
Berdasarkan laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sampang, korban saat itu sedang berada di dapur miliknya yang terbuat dari kayu dengan dinding anyaman bambu. Tiba-tiba bangunan dapur tersebut roboh akibat terpaan angin kencang dan langsung menimpa korban.
Pihak keluarga yang mengetahui kejadian tersebut berusaha memberikan pertolongan. Namun nahas, korban sudah tidak dapat diselamatkan akibat tertimpa bangunan dapur yang roboh.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sampang, Fajar Arif, melalui Kasi Kedaruratan dan Logistik Mohammad Hozin menyampaikan bahwa pihaknya langsung menurunkan personel untuk melakukan asesmen di lokasi kejadian.
“Personel BPBD Kabupaten Sampang segera turun ke lokasi untuk melakukan assessment terhadap rumah roboh serta mendata dampak kejadian. Kami juga berkoordinasi dengan unsur terkait dalam penanganan di lapangan,” ujar Hozin.
Ia menjelaskan, selain menyebabkan satu korban meninggal dunia, angin kencang juga memicu sejumlah kerusakan di beberapa desa di Kecamatan Camplong.
Berdasarkan data sementara BPBD, hujan deras dan angin kencang yang terjadi sekitar pukul 16.30 WIB mengakibatkan puluhan pohon tumbang di sejumlah desa, antara lain Desa Batu Karang, Dharma Camplong, Taddan, Rabesen, Tambaan, dan Sejati. Pohon yang tumbang terdiri dari berbagai jenis seperti mangga, trembesi, waru, kelapa, asam jawa, jati, hingga mahoni.
Selain menutup akses jalan, peristiwa tersebut juga mengakibatkan puluhan rumah warga mengalami kerusakan ringan hingga sedang. Bahkan satu musholla dilaporkan mengalami kerusakan berat.
“Untuk korban jiwa dari kejadian pohon tumbang tidak ada. Namun puluhan rumah warga mengalami kerusakan dan satu musholla rusak berat. Total kerugian material dari enam desa tersebut ditaksir mencapai kurang lebih Rp100 juta,” jelas Hozin.
Tim gabungan yang terdiri dari BPBD Sampang, Polsek Camplong, Agisena BPBD Jawa Timur, Taruna Siaga Bencana, aparatur desa serta warga setempat langsung melakukan evakuasi pohon tumbang dan pembersihan material yang menutup akses jalan.
“Seluruh pohon tumbang saat ini sudah berhasil dievakuasi sehingga akses jalan kembali normal. BPBD juga terus melakukan pemantauan mengingat cuaca masih berpotensi berubah,” tambahnya.
Sementara itu, pihak keluarga korban Musayyah telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Jenazah korban juga telah dimakamkan oleh keluarga pada Kamis malam sekitar pukul 21.30 WIB.