Jakarta, Gertak.id - Jagat media sosial tengah diramaikan oleh kasus dugaan penipuan trading kripto yang menyeret nama influencer Timothy Ronald. Kasus tersebut kini telah masuk ke ranah hukum setelah salah satu korban melaporkannya ke Polda Metro Jaya.
Berdasarkan unggahan akun Instagram @undercover.id pada Rabu (14/1/2026), pelapor bernama Younger diketahui telah menjalani pemeriksaan di Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya. Laporan itu dilayangkan terhadap Timothy Ronald yang dikenal sebagai influencer sekaligus pendiri Akademi Crypto.
Younger hadir memenuhi panggilan penyidik sekitar pukul 11.26 WIB dengan didampingi kuasa hukumnya, Jajang. Selain itu, ia turut membawa dua orang saksi yang disebut juga sebagai korban dalam perkara serupa.
"Kita baru Berita Acara Pemeriksaan (BAP) sama kepolisian," ujar Younger sebagaimana dikutip dalam unggahan tersebut.
Dalam laporannya, Younger mengaku mengalami kerugian hingga Rp3 miliar akibat dugaan penipuan trading kripto yang dilaporkan tersebut. Ia menilai, jumlah korban tidak hanya terbatas pada dirinya, melainkan melibatkan banyak pihak lain yang mengalami kerugian serupa.
Kuasa hukum Younger, Jajang, menyebut jumlah korban yang telah menghubungi dirinya untuk pendampingan hukum mencapai ratusan orang.
"Ini baru satu orang (korban), termasuk hari ini ada saksi. Semuanya korban," ucap Jajang.
Ia menambahkan, laporan terhadap Timothy Ronald dipastikan akan terus bertambah seiring banyaknya korban yang menyatakan diri siap menempuh jalur hukum.
"Dan nanti akan banyak yang akan menyusul, yang sudah mendaftar kurang lebih hampir 300-an (orang)," terangnya.
"Jadi tahap pertama ini, ya hari ini 3 orang. Satu pelapor, kedua saksi sebagai korban," sebut Jajang.
Hingga berita ini ditayangkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Timothy Ronald terkait laporan dugaan penipuan trading kripto yang dialamatkan kepadanya.
Artikel Terkait
Respons Cepat dan Humanis Polda Metro Jaya Pasca Ledakan di SMAN 72 Jakarta Utara
Mahfud MD Soroti Teror terhadap Influencer yang Viral di Medsos, Negara Diminta Jamin Rasa Aman Warga