bandung

Bupati Bandung Launching Gerai Bursa Kerja Bedas Digital

Kamis, 8 Januari 2026 | 18:52 WIB
Bupati Bandung Dadang Supriatna Launching Gerai Bursa Kerja (GBK) Bedas Digital di Mall Pelayanan Publik (MPP) Soreang Kabupaten Bandung, Kamis (8/1/26).

Gertak. Id.
Bupati Bandung Dadang Supriatna Launching Gerai Bursa Kerja (GBK) Bedas Digital di Mall Pelayanan Publik (MPP) Soreang Kabupaten Bandung, Kamis (8/1/26).

Bupati Bandung berharap launching GBK Bedas Digital ini bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Bandung.
GBK Bedas Digital ini diinisiasi oleh Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bandung.

Launching GBK Bedas Digital ini turut dihadiri perwakilan Kementerian Ketenagakerjaan RI Sigit Aryprasetyo, perwakilan Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Jawa Barat Hendra Kusuma Sumantri, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bandung Dadang Komara beserta jajaran, sejumlah jajaran Organisasi Perangkat Daerah, para camat, perwakilan dunia usaha dan industri, Forum HRD, Apindo, Lembaga Pelatihan Kerja, para ketua serikat pekerja/serikat buruh, dan pihak lainnya. Sejumlah pihak turut mengikuti kegiatan launching GBK Bedas Digital ini melalui zoom.

Bupati mengatakan bahwa launching GBK Bedas Digital ini salah satu solusi untuk mengatasi dan mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Bandung.

"Gerai Bursa Kerja Bedas Digital ini adalah jawaban untuk mengurangi angka pengangguran," kata Bupati Bandung dalam sambutannya.

Berdassrksn data BPS lebih 20.000 menyediakan lapangan pekerjaan pemkab Bandung.

Menurutnya, hal itu berdasarkan hasil kinerja dan program-program yang digelar, mulai dari Job Fair dan sebagainya sehingga akumulasinya kurang lebih mencapai 20.000 lapangan kerja.

Bupati Bandung Dadang Supriatna Launching Gerai Bursa Kerja (GBK) Bedas Digital di Mall Pelayanan Publik (MPP) Soreang Kabupaten Bandung, Kamis (8/1/26).

"Sementara angka pengangguran kita di angka 6,2 persen dari usia produktif di angka 1,8 juta jiwa atau kurang lebih diangka 230.000 orang. Sehingga kami punya rencana per tahun 10.000 lapangan pekerjaan," ucapnya.

Kalau 230.000 orang angka pengangguran ini ditangani melalui program pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten, sehingga bisa mempercepat pengurangan angka pengangguran.

"Saya meyakini angka pengangguran itu setiap tahunnya tidak nol. Karena usia produktif masih banyak yang malas dan tidak ingin bekerja. Setiap tahun lulusan sekolah yang menjadi penambah angka pengangguran. Yang namanya pengangguran itu tidak akan habis," ungkapnya.

Ia pun berharap kedepan yang diundang dan dihadirkan dalam kegiatan ini tidak hanya dari para pelaku usaha industri, dari pelaku usaha pertanian juga bisa dihadirkan.

"Jangan selalu ingin bekerja di pabrik. Tapi bagaimana kita bisa menjadi pengusaha atau pelaku usaha, karena dengan jadi pengusaha bisa membuka lapangan kerja atau memberikan kesempatan kerja," katanya.

Lebih lanjut, GBK Bedas Digital ini adalah jawaban untuk penanganan atau mengatasi angka pengangguran di Kabupaten Bandung. Ada lima hal yang harus dipersiapkan, di antaranya pertama , Ia mendorong masyarakat untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang profesional dan paham digitalisasi.

Halaman:

Tags

Terkini