bandung

Hj.Tia Fitriani Edukasi Masyarakat Sebarluaskan Perda Tahun 2025

Jumat, 4 Juli 2025 | 23:59 WIB

Gertak.id
Anggota DPRD Jawa Barat Daerah Pemilihan II (Kabupaten Bandung) Dra. Hj.Tia Fitriani menyelenggarakan sosialisasi /penyebarluasan Perda Tahun 2025. bertempat di Rumah Ibu Asih TKI 1 Blok A-45 Desa Margahayu selatan Kec.Margahayu, Kabupaten Bandung. Jum'at, (04/07/2025).

Kegiatan sosialisasi tersebut Dihadir, Warga RT 001/ RW 015 Jl. Taman Kopo Indah..beserta, Tim Relawan, Para Kader, Para Tokoh Dan Unsur Elemen Terkait Penting Lainnya.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat, Dra.Hj. Tia Fitriani mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan ketahanan keluarga sebagai fondasi utama dalam membangun bangsa yang kuat dan berdaya saing.

" Pada kesempatan ini, tentunya kita mensosialisasikan kembali produk-produk hukum dari 1 Provinsi Jawa Barat, yaitu peraturan Daerah Provinsi Jabar no 9 tahun 2014. Peraturan ini harus menjadi payung hukum untuk bisa dilaksanakan baik oleh pemerintah ataupun masyarakat ataupun stakeholder seperti dunia usaha dan lainnya," ungkap Tia dalam sambutanya.

Selanjutnya, Hj.Tia juga menegaskan bahwa ketahanan keluarga itu sangat penting, karena salah satu keberhasilan pembangunan nasional itu berawal dari unit terkecil yaitu keluarga, yang mana kalau keluarganya harmonis, sejahtera dan tangguh maka pembangunan bangsa Indonesia atau sumber daya manusia itu akan bagus, katanya.

"Jadi ketahanan keluarga ini sangat penting, untuk itu Pemerintah Provinsi Jawa Barat membuat Peraturan Daerah (PERDA) tentang penyelenggaraan pembangunan ketahanan keluarga, ini akan menjadi sebuah kewajiban bagi Pemerintah Jawa Barat untuk bisa menjalankan Perda Ini" tegasnya.

Tia menekankan pentingnya peran keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat yang memiliki pengaruh besar terhadap kualitas sumber daya manusia. Menurutnya, ketahanan keluarga mencakup aspek ekonomi, sosial, kesehatan, hingga pendidikan.

“Ketahanan keluarga bukan hanya tanggung jawab ibu rumah tangga atau kepala keluarga saja, tetapi merupakan tanggung jawab bersama—termasuk pemerintah, dunia pendidikan, organisasi kemasyarakatan, dan sektor swasta,” ujar Tia

Politisi NasDem ini juga menyampaikan akan terus mendorong program-program yang mendukung penguatan keluarga, termasuk melalui regulasi, pengawasan anggaran, dan kemitraan dengan berbagai pihak.

Ia menambahkan bahwa tantangan global saat ini, seperti digitalisasi, perubahan gaya hidup, dan tekanan ekonomi, turut mempengaruhi stabilitas keluarga. Oleh karena itu, diperlukan sinergi lintas sektor untuk menciptakan lingkungan yang mendukung keluarga yang sehat, harmonis, dan mandiri.

“Anak-anak adalah masa depan kita. Keluarga yang kuat akan menghasilkan generasi yang berkualitas. Maka mari kita bersama-sama jaga dan perkuat keluarga sebagai benteng utama bangsa,” tutupnya.***(IC)

Terkini