bali

Ketika Seragam Menjadi Harapan: SMP Satu Atap Wangkelang Berjuang Menekan Anak Tidak Sekolah

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:46 WIB

Menurutnya, masa depan seorang anak tidak boleh hanya menjadi tanggung jawab orang tua.

Masa depan anak ini adalah tanggung jawab kita bersama, bukan hanya orang tua. Karena itu, kami berusaha agar anak-anak tetap mendapatkan pendidikan,” tegasnya.

Pemberian seragam kepada 28 siswa dan seragam lengkap kepada M.Salman Alfarizi menjadi simbol dari perjuangan tersebut.

Satu seragam mungkin tidak serta-merta mengubah kehidupan seorang anak. Namun, dari seragam itulah sebuah langkah bisa dimulai.

Langkah untuk kembali ke sekolah, belajar, dan membuka peluang bagi masa depan yang lebih baik.

Di tengah upaya menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kecamatan Kandangserang, SMP Satu Atap Wangkelang menunjukkan bahwa menyelamatkan masa depan anak tidak cukup hanya dengan menunggu mereka datang ke sekolah.

Kadang, sekolah harus bergerak lebih dulu. Mendatangi rumah mereka. Mengetuk pintu. Membujuk. Memberikan motivasi. 

Bahkan memastikan mereka memiliki seragam untuk memulai langkah baru sebagai seorang pelajar. Karena setiap anak yang kembali mengenakan seragam sekolah adalah satu harapan yang berhasil diselamatkan.

Halaman:

Terkini