Ketika Seragam Menjadi Harapan: SMP Satu Atap Wangkelang Berjuang Menekan Anak Tidak Sekolah

Photo Author
Ariyanto, Gertakberita.com
- Rabu, 22 Juli 2026 | 19:46 WIB

PEKALONGAN, Gertak.id – Sebuah seragam sekolah mungkin terlihat sederhana. Namun bagi seorang anak yang nyaris tidak melanjutkan pendidikan, seragam itu bisa menjadi tanda bahwa masih ada harapan untuk menatap masa depan.

Hal itulah yang dilakukan SMP Satu Atap Wangkelang, Desa Wangkelang, Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan. 

Pada Rabu, 22 Juli 2026, pihak sekolah memberikan seragam kepada siswa kelas VII sebagai bentuk motivasi sekaligus kepedulian terhadap keberlanjutan pendidikan anak-anak di wilayah tersebut.

Sebanyak 28 siswa menerima seragam batik. Sementara satu siswa, M. Salman Alfarizi, mendapatkan seragam sekolah lengkap dari pihak sekolah.

Pemberian seragam sekolah tersebut berasal dari laba koperasi, para donatur, dan bapak ibu warga sekolah.

Langkah ini menjadi bagian penting dari upaya sekolah untuk membangkitkan semangat siswa. Bagi sekolah, seragam bukan hanya pakaian untuk dikenakan saat belajar. 

Di balik seragam itu terdapat pesan bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk bersekolah dan meraih masa depan.

Kegiatan pemberian seragam dilaksanakan di ruang Kepala SMP Satu Atap Wangkelang, yang dipimpin oleh Endang Sri Umarmi.

Namun, perjuangan sekolah tidak berhenti pada pemberian seragam. Pihak sekolah bahkan berupaya menjemput bola dengan mendatangi langsung rumah calon siswa yang sebelumnya tidak berminat melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP.

Salah satunya adalah M. Salam Alfarizi. Sebelum akhirnya melanjutkan pendidikan, ia sempat tidak ingin bersekolah ke jenjang SMP. 

Kondisi tersebut kemudian mendorong pihak sekolah bersama para guru untuk mendatangi rumahnya dan melakukan pendekatan secara langsung.

Bukan dengan paksaan, tetapi dengan bujukan, komunikasi, dan kepedulian. Para guru berusaha meyakinkan bahwa pendidikan merupakan bagian penting dari masa depan seorang anak.

Kepala SMP Satu Atap Wangkelang, Endang Sri Umarmi, mengatakan bahwa upaya tersebut merupakan inisiatif bersama pihak sekolah dan dewan guru untuk meningkatkan minat anak-anak agar tetap melanjutkan pendidikan.

Kami berusaha melakukan jemput bola agar calon siswa mau bersekolah. Kalau ada anak yang sebelumnya kurang berminat melanjutkan ke SMP, kami berusaha mendatangi rumahnya bersama guru-guru dan memberikan motivasi,” ujarnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Ariyanto

X